Ledakan 2.347 IKM Cirebon, DKUKMPP Turun Ke Lapangan, Amankan Digitalisasi SIINas

DKUKMPP-Kota-Cirebon-Pantau-Proses-Registrasi-Akun-SIINas
Langsung di lokasi: Petugas DKUKMPP Kota Cirebon memantau proses registrasi akun SIINas yang dilakukan secara digital oleh seorang pelaku IKM, sebagai bagian dari upaya jemput bola penertiban perizinan IUI. Foto: Istimewa/ Doc Pemkot Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM – Sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Cirebon bergerak makin melesat. Guna memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan tertib dan terdata secara digital, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggenjot pendampingan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

​Langkah ini bukan sekadar urusan formalitas berkas. Pendampingan langsung ke lapangan menjadi kunci penting agar peta kekuatan industri daerah terdata presisi, valid, serta siap menerima program pembinaan strategis.

​Jemput Bola: Sentuh Kuliner Legendaris hingga Industri Pesisir

​Strategi yang diusung tidak pasif. Petugas pendamping justru mendatangi langsung para pelaku usaha untuk memastikan Izin Usaha Industri (IUI) terpenuhi sekaligus membimbing pengelolaan akun SIINas.

Baca Juga:Resmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan Digital​Lawan Cyberbullying hingga Degradasi Moral, Cirebon Pacu Kurikulum Budaya Plus Skill Digital

​Aksi jemput bola ini salah satunya menyasar IKM Tahu H Ola. Usaha kuliner legendaris Kota Udang tersebut mendapatkan pembaruan data usaha sekaligus edukasi teknis pemanfaatan platform digital milik Kementerian Perindustrian.

​Tak hanya sektor usaha kecil, pengawasan juga menyasar kelas korporasi. Pada 14 Juli 2026, tim Bidang Perindustrian meluncurkan agenda monitoring ke dua lokasi perusahaan di kawasan pesisir Kejawanan untuk menguji kesesuaian izin operasional.

​Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Kota Cirebon, Tomy Chustanto, menegaskan hadirnya petugas di lapangan bertujuan mengurai kendala teknis yang kerap membingungkan pelaku usaha.

​”Pendampingan ini bagian dari pembinaan berkelanjutan. Kami ingin memastikan pelaku industri menjalankan usahanya sesuai ketentuan, mulai dari profil usaha, akun SIINas, hingga kesesuaian IUI,” tegas Tomy di Cirebon.

​Mengapa SIINas Jadi Pertaruhan Penting?

​SIINas merupakan muara integrasi data industri nasional. Bagi pemerintah daerah, validitas data ini menjadi fondasi utama menyusun kebijakan pembinaan, memetakan rantai pasok, hingga menyalurkan bantuan modal agar tepat sasaran.

​Bagi pelaku usaha, kepatuhan pelaporan di SIINas memberikan jaminan kepastian hukum sekaligus kepastian perlindungan bisnis.

​Tomy menambahkan, tertib administrasi akan memberikan tiga dampak langsung bagi iklim investasi daerah:

– ​Legalitas Terjamin: Memastikan seluruh rantai produksi beroperasi sesuai regulasi.

Baca Juga:Sukses Tembus PIDI DIGDAYA 2026, Koperasi Digital Asal Jabar Ini Ubah Pekerja Migran Jadi Pemilik Saham BisnisBirokrasi Jabar Bermigrasi ke Digital, DPRD Soroti Keamanan Tanda Tangan Elektronik Pemda

– ​Kebijakan Tepat Sasaran: Mencegah program insentif atau bantuan pemerintah salah alamat.

– ​Transparansi Sektor Riil: Memudahkan pemetaan potensi pasar dan kemitraan IKM.

0 Komentar