CIREBONINSIDER.COM — Serangan perundungan siber (cyberbullying), hoaks, hingga ancaman degradasi moral kian nyata mengintai generasi muda di era digital. Menjawab keresahan tersebut, Pemerintah Daerah melalui DPRD Kabupaten Cirebon bersama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengambil langkah progresif: memacu integrasi kurikulum berbasis budaya lokal dengan penguatan skill digital bagi para pelajar.
Komitmen strategis ini ditegaskan saat Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menerima audiensi Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Cirebon di Ruang Kerja Ketua DPRD, Senin (27/7/2026). Pertemuan ini menjadi titik balik penting dalam merumuskan benteng pertahanan karakter anak muda Cirebon di tengah gempuran modernisasi.
Digitalisasi Tanpa Akar Budaya Itu Berbahaya
DPRD menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tanpa pijakan moral dan budaya lokal yang kuat hanya akan mencetak generasi yang rentan. Anak muda berisiko tergilas arus globalisasi jika hanya diposisikan sebagai konsumen pasif di ruang siber.
Baca Juga:Lawan Gempuran AI: Festival Literasi Cirebon 2025 Genjot Literasi Digital untuk Cirebon Setara 2029Indramayu Gencarkan Literasi Digital Wajib di Sekolah, Lawan Hoaks dan Perkuat Citra Positif Pendidikan
”Pelajar jangan cuma jadi penonton atau konsumen teknologi. Mereka harus produktif, kreatif, dan punya filternya,” tegas Sophi Zulfia.
Sophi menyoroti maraknya ancaman riil di internet yang menyasar usia sekolah, mulai dari penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, perundungan siber, hingga memudarnya etika akibat adopsi budaya luar secara mentah.
Sebagai solusinya, DPRD Cirebon mendorong optimalisasi kurikulum berbasis budaya di sekolah-sekolah. Langkah ini menempatkan tradisi, sejarah, dan nilai-nilai luhur Cirebon sebagai navigasi moral agar pelajar tetap berakar kuat saat berselancar di dunia maya.
IPNU Siapkan Keterampilan Digital dan Jiwa Wirausaha
Menyambut langkah tegas parlemen daerah, PC IPNU Kabupaten Cirebon siap bergerak secara masif hingga level sekolah dan desa. Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon, Achmad Abdurrouf, menyatakan bahwa benteng karakter harus ditopang dengan penguasaan keterampilan nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman.
IPNU kini memfokuskan gerakan pada penyelenggaraan pelatihan digital terstruktur agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bernilai ekonomi. Di saat yang sama, program kemandirian ekonomi turut didorong guna mencetak jiwa kewirausahaan kreatif sejak dini.
”Keterampilan digital dan semangat wirausaha adalah modal mutlak. Ini bekal pelajar Cirebon agar siap bersaing di dunia kerja yang makin kompetitif,” ungkap Achmad.
