CIREBONINSIDER.COM – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon resmi dilantik di Ballroom Apita Hotel Cirebon, Sabtu (18/7). Pelantikan mengusung tema “Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital.”
Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat peran perempuan muda Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Hadir dalam pelantikan tersebut Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Pimpinan Besar Fatayat NU, Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Cirebon.
Ketua Pelaksana, Uswatun Hasanah, mengatakan, Fatayat NU memiliki posisi strategis sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang bertugas mencetak kader perempuan penerus nilai-nilai perjuangan dan moralitas organisasi. Menurutnya, Fatayat sebagai kader NU adalah komponen yang berhak mewarisi nilai dan moralitas di masa yang akan datang.
Baca Juga:Melawan "Hantu" Pinjol dari Ruang Tamu: Sinergi Fatayat NU-Pemkot Cirebon Perkuat Benteng Finansial PerempuanNajhah Barnamij Nakhodai Fatayat NU Kabupaten Cirebon untuk Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
Kehadiran Fatayat menjadi tolok ukur progresivitas peradaban. Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Fatayat memikul dua tanggung jawab besar, yaitu sebagai instrumen perjuangan NU dan sebagai organisasi kader.
“Pada kesempatan pelantikan ini kami mengusung tema ‘Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital’. Kami mengucapkan terima kasih kepada para kiai, nyai, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan sehingga rangkaian pelantikan dapat berjalan dengan lancar,” terang Uswatun.
Usung 4 Strategi Gerakan
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025–2030, Najhah Barnamij menegaskan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan Fatayat NU sebagai organisasi yang relevan, progresif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada periode 2025–2030 ini, Fatayat NU Kabupaten Cirebon hadir dengan tekad kuat untuk menjadi organisasi yang relevan, progresif, dan berdampak nyata. Kami tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi akan menggerakkan perubahan itu sendiri mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten,” tegas Najhah.
Najhah menjelaskan kepengurusan periode ini mengusung empat strategi gerakan, yakni Fatayat sebagai pelindung keluarga, motor penggerak perubahan, penjaga nilai-nilai Aswaja, dan wadah pemberdayaan perempuan. Untuk mewujudkan visi tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon membawa tiga komitmen utama, yakni berdaya, berkarya, dan berjaya.
