Menurutnya, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program prioritas yang telah disusun dalam peta jalan organisasi. Meliputi penguatan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pembentukan ranting, perlindungan perempuan dan anak, advokasi lingkungan hidup berkelanjutan, pemberdayaan ekonomi kader, serta penguatan dakwah digital berbasis Aswaja An-Nahdliyah.
Pada kesempatan tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an Braille kepada penyandang disabilitas sensorik netra melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan keagamaan yang inklusif.
Kedepankan Dakwah Cerdas dan Ramah
Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Fatayat NU, Nayla Saida Anwar, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan menjadi awal pengabdian kader Fatayat NU dalam menghadirkan program-program yang mampu menjawab tantangan zaman.
Baca Juga:Melawan "Hantu" Pinjol dari Ruang Tamu: Sinergi Fatayat NU-Pemkot Cirebon Perkuat Benteng Finansial PerempuanNajhah Barnamij Nakhodai Fatayat NU Kabupaten Cirebon untuk Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan
Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara. Sehingga menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan para masyayikh dan ulama melalui dakwah yang cerdas, inklusif, dan ramah.
“Pelantikan ini adalah awal dari pengabdian dalam melaksanakan hal-hal yang mampu menjawab tantangan zaman. Kabupaten Cirebon memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam, sehingga menjaga warisan para masyayikh dan ulama menjadi tugas utama kita melalui dakwah yang cerdas dan ramah,” ujar Nayla.
Ia menambahkan bahwa slogan dan program kerja yang telah dicanangkan tidak akan terwujud tanpa adanya konsolidasi seluruh elemen organisasi dan dukungan berbagai pihak. Fatayat NU juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi sosial, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Slogan dan program yang disampaikan tidak akan terwujud jika tidak ada konsolidasi dari berbagai pihak. Fatayat harus mampu membantu pemerintah mewujudkan pendidikan yang merata, ekonomi yang berkeadilan sosial, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sebagai generasi Fatayat NU, kita harus menjadi tonggak yang kokoh dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, merawat generasi muda agar menjadi perempuan yang berdaya dan tangguh, serta bersama-sama mencegah stunting,” tambahnya.
