Resmi Dilantik, Fatayat NU Kabupaten Cirebon Teguhkan Kepemimpinan Perempuan dan Siap Hadapi Tantangan Digital

Fatayat-NU-Kabupaten-Cirebon
PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dilantik pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Ballroom Apita Hotel. Foto: Istimewa

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Aziz Hakim mengingatkan bahwa Fatayat NU sebagai badan otonom harus senantiasa bergerak selaras dengan visi besar PCNU Kabupaten Cirebon. Ia juga mendorong agar penguatan jaringan organisasi hingga tingkat ranting dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kepedulian terhadap isu lingkungan.

Sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART, Fatayat merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu seluruh langkah dan geraknya harus seirama dengan visi besar PCNU Kabupaten Cirebon.

Program membangun jaringan Fatayat hingga tingkat ranting merupakan langkah yang sangat mulia. Namun jaringan tersebut juga harus diperkuat dengan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:Melawan "Hantu" Pinjol dari Ruang Tamu: Sinergi Fatayat NU-Pemkot Cirebon Perkuat Benteng Finansial PerempuanNajhah Barnamij Nakhodai Fatayat NU Kabupaten Cirebon untuk Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan

‘Saya juga mengapresiasi program pemberdayaan anggota dan berharap Fatayat dapat ikut mendorong terwujudnya Kabupaten Cirebon Zero Waste melalui kepedulian lingkungan seluruh kader,” katanya.

Bupati Cirebon, Imron menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Melainkan membutuhkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Termasuk organisasi perempuan seperti Fatayat NU.

“Pemerintah tidak akan mampu menjalankan seluruh program pembangunan tanpa dukungan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU. Saya berharap Fatayat menjadi pelopor perubahan di Kabupaten Cirebon serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Imron.

Melalui kepengurusan baru, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon berkomitmen memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang berakar pada nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Selain itu, adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, lingkungan hidup, perlindungan perempuan dan anak, serta kemaslahatan umat dan bangsa.

Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Wawan Arwani menegaskan bahwa Fatayat NU memiliki peran strategis sebagai organisasi kader yang menjadi tempat menempa lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan harus terus dilakukan agar mampu menjawab dinamika dan tantangan zaman.

“Sebagai organisasi jam’iyah, Fatayat adalah kawah candradimuka. Karena itu, seluruh kader Fatayat NU perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan kepemimpinan. Saat ini perempuan harus mampu menjadi pribadi yang berdaya dan berkarya. Peran kedua Fatayat adalah sebagai gerakan. NU Kabupaten Cirebon sangat berharap lebih kepada peran dan khidmat Fatayat dalam memberikan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat,” ujar KH. Wawan Arwani.

0 Komentar