CIREBONINSIDER.COM— Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Kota Cirebon resmi memasuki era baru. Kawasan dermaga ini disulap menjadi pusat bisnis perikanan berkelas internasional sekaligus destinasi wisata bahari yang modern dan ramah lingkungan.
Metamorfosis ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kamis (17/9/2026).
Langkah besar ini menandai pembenahan mendasar sektor kelautan Indonesia. Kejawanan tak lagi sekadar tempat pendaratan kapal, melainkan hub rantai pasok perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca Juga:Wisata Bahari Kejawanan Tembus 5 Besar Jabar, 44 Ribu Turis 'Serbu' Cirebon Selama Libur Lebaran 2026Pemkot Cirebon Optimis Target Retribusi TPI Kejawanan Rp1,39 Miliar Tahun Ini Tercapai
Standar Mutu Internasional
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, kebersihan dan kelengkapan fasilitas pelabuhan menentukan kualitas hasil tangkapan. Produk perikanan sulit menembus pasar global jika tidak didukung sarana yang memadai.
”Kalau pelabuhannya dibangun dengan baik, kualitas produknya otomatis ikut meningkat. Ketertelusurannya jelas, sehingga ikan kita punya posisi tawar kuat di pasar internasional,” ujar Trenggono.
Melalui dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp459 miliar, PPN Kejawanan dirancang memenuhi standar operasional modern. Fasilitas ini disiapkan menjadi pusat layanan terpadu (one-stop service) bagi para nelayan maupun pelaku usaha ekspor.
Lompatan Kapasitas dan Ekonomi Pesisir
Pengerjaan fisik dipercayakan kepada PT Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi selama 730 hari kalender, terhitung sejak 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028. Pembangunan mencakup pemecah gelombang (breakwater), reklamasi, kolam pelabuhan, tempat pelelangan ikan (TPI) modern, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Begitu rampung pada 2028, PPN Kejawanan siap mencatatkan lompatan performa yang signifikan. Kapasitas layanan kapal bakal melonjak dua kali lipat, dari semula 241 kapal menjadi 500 kapal berukuran besar maupun kecil.
Dampak ke volume produksi ikan pun sangat kontras. Dari kisaran 5.600 ton per tahun, hasil tangkapan yang didaratkan di Kejawanan diproyeksikan meroket hingga 32.000 ton per tahun.
Pertumbuhan pesat ini berimbas langsung pada lapangan kerja. Jumlah penyerapan tenaga kerja di kawasan pelabuhan diperkirakan membengkak dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang. Sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga berpotensi terdongkrak dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar per tahun.
