Skandal Beras Fortifikasi: Janji Gizi Tak Sesuai Label, Konsumen Terancam Rugi Rp89 Triliun

Mentan-Andi-Amran-Sulaiman
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman saat mengumumkan hasil ekspos pemeriksaan beras fortifikasi bermasalah di Jakarta. Foto: Doc Kementan

CIREBONINSIDER.COM – Klaim gizi melimpah pada kemasan beras fortifikasi mendadak jadi sorotan tajam. Pemerintah membongkar dugaan ketidaksesuaian mutu pada 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang beredar luas di pasaran.

​Bukan cuma persoalan kandungan gizi yang diduga tak sepadan dengan label, harganya pun dipatok melambung tinggi hingga Rp57.000 per kilogram. Padahal, kisaran harga wajar yang dirilis pemerintah berada di rentang Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram.

​Dampak ekonominya sangat fantastis. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengestimasi potensi kerugian konsumen akibat selisih harga dan dugaan ketidaksesuaian mutu ini mencapai Rp89 triliun.

Baca Juga:Skandal Beras Fortifikasi Rp71 T, Mentan Amran Gandeng Aktivis "Gebuki" Mafia Pangan!Skandal Beras Fortifikasi 'Gizi Super' Rp71 Triliun Meledak, 80 Persen Produk Dijual Palsu!

​Hasil Uji Lab: Mayoritas Gagal Standar

​Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi praktik yang merugikan masyarakat luas, terutama kelompok rentan.

​”Produk yang bermasalah langsung kami perintahkan untuk ditarik dari peredaran. Langkah tegas dan tindak lanjut terhadap izin edar akan segera dieksekusi,” tegas Amran saat memaparkan hasil ekspos pemeriksaan di Jakarta.

​Pengujian laboratorium dilakukan secara ketat melibatkan empat lembaga independen, yakni Laboratorium IPB Bogor, BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab.

​Hasil pengujian ilmiah menunjukkan 25 produk tidak memenuhi ketentuan standar mutu berdasarkan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Dari total 27 merek yang diperiksa, hanya dua merek yang dinyatakan memenuhi syarat.

​Pukulan ini amat membahayakan kelompok sasaran. Beras fortifikasi sejatinya ditujukan untuk menyuplai vitamin dan mineral penting bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga masyarakat prasejahtera dalam mendukung percepatan penanganan stunting.

​Deretan Merek yang Masuk Daftar Pemeriksaan

​Berdasarkan paparan resmi pemerintah dan penyelarasan kode inisial izin edar (seperti WFO, TKS, IMF, NUR, hingga CMS), produk yang teridentifikasi mencakup berbagai merek populer di pasaran.

​Dari deretan merek premium dan konsumsi harian, pemerintah memeriksa Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Cantik Manis, Penari Bangkok, Ikan Mas Cupang, serta AAA Wijaya Kusuma.

Baca Juga:Sentilan Amran Sulaiman, Perusahaan Besar Dilarang Kuasai Bibit Ayam Petelur!Tamparan Keras Mentan Amran di UMJ, Pilih Banting Tulang Sekarang atau Sengsara 15 Tahun Lagi!

​Sorotan juga mengarah pada kelompok merek ternama seperti Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, hingga Sumo.

0 Komentar