CIREBONINSIDER.COM – Program pengabdian masyarakat di tingkat perguruan tinggi kini bukan lagi sekadar formalitas pengisian SKS. Di Kabupaten Kuningan, skema Community Development (COMDEV) 2026 hasil kolaborasi Pemkab Kuningan dan Universitas Prasetiya Mulya membuktikan daya dorong ekonomi yang nyata dan terukur bagi warga desa.
Kerja sama yang telah terjalin lebih dari dua dekade ini bahkan sukses meraih pengakuan internasional 2026 AACSB Global Impact Awards untuk kategori Societal Impact. Ini membuktikan bahwa sinergi hexahelix di Kuningan bukan sebatas wacana di atas kertas, melainkan mesin penggerak ekonomi rakyat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, menegaskan dukungan penuh Pemkab saat menerima audiensi tim Prasetiya Mulya di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga:Gebrakan UMKM Cirebon Timur, Strategi 179 Ribu Usaha Lokal Tembus Pasar DigitalBirokrasi Desa di Kuningan Resmi Digital, Layanan Dokumen Warga Kini Bebas Antre dan Tanda Tangan Basah
Putaran Uang Miliaran di Tingkat Tapak
Dampak ekonomi program ini tidak main-main. Mengacu pada capaian COMDEV tahun sebelumnya, kehadiran mahasiswa membawa dampak langsung pada perputaran uang di desa.
Aktivitas live-in mahasiswa berhasil menyumbang perputaran ekonomi lokal hingga lebih dari Rp2,07 miliar dari belanja harian, akomodasi, dan kebutuhan logistik di pasar warga.
Tak berhenti di situ, puncak Festival Saung Rahayat mencatatkan rekor kunjungan hingga 10.920 orang, menghasilkan transaksi UMKM mendadak sebesar Rp220,3 juta hanya dalam tempo singkat.
Pendampingan ini juga menyasar 75 UMKM, 6 BUMDes, dan 4 Desa Wisata secara berkelanjutan.
Terjunkan Ratusan Mahasiswa ke 7 Kecamatan
Pada gelaran COMDEV 2026, skala pendampingan diperluas. Sebanyak 913 mahasiswa reguler didampingi 38 Dosen Pembimbing Lapangan siap diterjunkan mulai 3 hingga 22 Desember 2026.
Ratusan mahasiswa ini akan mendampingi 114 mitra lokal yang tersebar di tujuh kecamatan strategis: Cilimus, Kramatmulya, Kuningan, Cigugur, Kadugede, Nusherang, dan Darma.
Puncak perayaan Saung Rahayat diproyeksikan berlangsung pada 20 Desember 2026, diikuti pendampingan bisnis secara daring dari Januari hingga April 2027.
Baca Juga:Taruhan Ekonomi Cirebon di Sensus 2026: Ulas Dominasi Perdagangan dan Pariwisata yang Kuasai Setengah KotaKDM Sentil Potensi Tambang: Garut Harus Hidup dari Pariwisata, Bukan Merusak Alam!
Strategi Digital: Wajib Konten dan Aplikasi ‘Explore Kuningan’
Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong interaksi tahun ini melampaui pola konvensional melalui promosi digital secara masif.
Seluruh mahasiswa peserta diwajibkan membuat dan mengunggah dokumentasi kegiatan harian mereka di media sosial. Langkah ini dirancang sebagai promosi organik untuk mempopulerkan potensi pariwisata, kuliner UMKM, dan kearifan lokal Kuningan ke audiens yang lebih luas.
