Mahasiswa juga bertugas melakukan pemetaan dan pembaruan data usaha warga agar terintegrasi ke dalam aplikasi Explore Kuningan. Langkah ini diperkuat melalui program Nata Daya, yaitu penataan pusat keramaian dan ruang terbuka publik untuk menggerakkan roda ekonomi warga.
Benahi Data Kependudukan dan Pendidikan
Sinergi ini turut menyentuh persoalan mendasar daerah. Mahasiswa COMDEV dilibatkan dalam percepatan pembaruan data kependudukan dan pendidikan masyarakat.
Langkah ini penting untuk mengejar target Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Kuningan sebesar 8,5 tahun.
Baca Juga:Gebrakan UMKM Cirebon Timur, Strategi 179 Ribu Usaha Lokal Tembus Pasar DigitalBirokrasi Desa di Kuningan Resmi Digital, Layanan Dokumen Warga Kini Bebas Antre dan Tanda Tangan Basah
Selain itu, sukses pembaruan 866 data Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada tahun lalu akan terus dilanjutkan. Pemkab Kuningan juga menjajaki integrasi Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai kartu diskon belanja di berbagai mitra UMKM lokal.
Dorong Saung Rahayat Masuk Kalender Event Resmi
Melihat besarnya dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan, Sekda U. Kusmana mendorong agar Festival Saung Rahayat masuk dalam Kalender Event Resmi Kabupaten Kuningan.
”Harapannya Saung Rahayat ini selamanya tetap di hati warga Kuningan. Kalau masuk kalender event resmi, exposure-nya akan jauh lebih besar,” ujar U. Kusmana.
Untuk menjamin kelancaran acara yang melibatkan ribuan orang ini, Pemkab Kuningan bersama kampus juga menjalin koordinasi intensif dengan Polres dan Kodim setempat terkait pengamanan wilayah live-in.
Melalui pendekatan yang berkelanjutan, COMDEV 2026 diharapkan bukan sekadar program kampus, melainkan warisan pemberdayaan yang dampaknya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan.(*)
