Sasar Investasi Raksasa, Kemenkeu-Pemkab Cirebon ‘Lelang’ 82 Hektar Lahan Strategis Ciperna

Wabup-Cirebon-Jigus
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman (kanan depan) dan Dirut LMAN Kristijanindyati Puspitasari saat Market Sounding aset Ciperna di Hotel Luxton. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Upaya mengonversi aset negara menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah mulai memasuki babak baru.

Lembaga Manajemen Aset Nasional (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan RI, menggandeng Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menawarkan “harta karun” seluas 82 hektar di kawasan Ciperna kepada para investor potensial, Senin (4/5/2026).

​Langkah yang dikemas melalui forum Market Sounding dan Site Visit di Hotel Luxton Cirebon ini, bertujuan mengubah lahan pasif menjadi pusat komersial terintegrasi yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Baca Juga:Tertibkan Pertek Penghambat, Presiden Prabowo Kawal Ambisi Investasi Rp13.000 TriliunDadan Hindayana Bongkar Fakta Anggaran Badan Gizi, Isu Laptop Rp4 T vs Realitas Investasi Rp54 T

​Potensi ‘Living Asset’ yang Menggiurkan

Kawasan Ciperna bukan sekadar hamparan lahan hijau. Dengan fasilitas eksisting seperti lapangan golf hingga area komersial, Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, menyebut aset ini sebagai living asset atau aset hidup yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

​”Aset ini adalah potensi raksasa yang selama ini menunggu sentuhan investasi yang tepat. Kami tidak ingin ini hanya menjadi tanah kosong, tetapi menjadi penggerak roda ekonomi yang dampaknya langsung dirasakan warga Kabupaten Cirebon,” ungkap Kristijanindyati di hadapan puluhan calon investor.

Solusi Pengangguran dan Urbanisasi

Isu krusial yang diangkat dalam pertemuan ini adalah bagaimana proyek ini mampu menekan angka pengangguran di Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman—yang akrab disapa Jigus—menegaskan bahwa keberhasilan optimalisasi Ciperna adalah kemenangan bagi tenaga kerja lokal.

​“Harapan kami besar. Dengan hidupnya kawasan ini, tercipta perputaran ekonomi yang nyata sehingga masyarakat kita tidak perlu lagi merantau. Mereka bisa memperoleh pekerjaan yang layak di daerah sendiri,” ujar Jigus dengan nada optimistis.

​Komitmen Kemudahan Investasi

Menanggapi keraguan investor terkait birokrasi, Pemkab Cirebon memasang badan. Jigus menjamin bahwa sinergi kebijakan antara pusat dan daerah akan dipermudah, terutama dalam aspek perizinan dan iklim investasi.

​“Kami siap memfasilitasi. Sinergi kebijakan akan kami perkuat agar para pelaku usaha merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Cirebon,” tambahnya.

Baca Juga:Diplomasi Rotan, Bupati Imron Buka Pintu Investasi Bulgaria di Kawasan RebanaInvestasi Rp574 Triliun Korea-Jepang: Momentum Emas atau Sekadar Angka di Atas Kertas bagi Daerah?

Mengawal Janji Kesejahteraan

Optimalisasi lahan seluas 82 hektar ini tentu membawa angin segar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

0 Komentar