CIREBONINSIDER.COM – Hiruk-pikuk ribuan warga yang memadati sepanjang rute Sumedang hingga Ciamis bukan sekadar menyambut arak-arakan kereta kencana.
Di balik sakralnya Mahkota Binokasih dalam Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran bertajuk “Binokasih Mulang Salaka”, terselip misi audit lapangan yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dimulai pada Sabtu malam (2/5/2026) dari Museum Geusan Ulun, kirab ini menjadi simbol “Nyuhun Buhun” atau menjunjung tinggi nilai leluhur.
Baca Juga:Napak Tilas Hari Jadi Ke-543 Kabupaten Cirebon, Bupati Imron: Jangan Lupakan SejarahMenggugat Lupa: Sejarah 669 Masehi di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tetapkan Hari Tatar Sunda
Namun bagi Dedi, menghormati masa lalu harus berbanding lurus dengan membenahi masa depan (“Nata Nagara”). Terbukti, sepanjang perjalanan menuju Ciamis, sang Gubernur justru melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi riil masyarakat dan infrastruktur.
Budaya Jadi Pintu Masuk Kritik Lingkungan
Perjalanan budaya ini seketika berubah menjadi ajang penertiban ruang publik. Sekda Jabar, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa Gubernur menemukan banyak anomali di sepanjang jalur Sumedang–Wado–Majalengka yang mengancam kelestarian alam dan keselamatan warga.
”Fokus Pak Gubernur adalah marwah jalan provinsi. Kami menemukan banyak banner dipaku di pohon—langsung kami tertibkan di tempat. Bahkan, ditemukan pohon mahoni besar yang batangnya menghitam dan nyaris mati karena terkena panas penggorengan warung tahu di sempadan jalan,” ujar Herman, Selasa (5/5/2026).
Langkah tegas diambil bukan tanpa alasan. Penebangan pohon sembarangan di wilayah Situ Raja juga menjadi sorotan tajam.
Meskipun berada di lahan pribadi, penebangan di area tebing dilarang keras karena berisiko tinggi memicu longsor yang dapat memutus akses jalan provinsi.
Mitigasi Bencana dan Sentuhan Kemanusiaan
Sisi kritis kirab ini juga menyasar pada proyek fisik. Di kawasan Lemasugi, Dedi Mulyadi menginspeksi langsung pembangunan tembok penahan tebing (TPT).
Tak hanya mengecek kualitas konstruksi, Gubernur juga menemukan satu rumah warga yang posisinya sangat rawan longsor.
Baca Juga:Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026Pusat Obral Insentif, Dedi Mulyadi Tegaskan Kendaraan Listrik di Jabar Tetap Bayar Pajak: Kan Pakai Jalan!
Alih-alih sekadar menggusur, Pemprov Jabar menyiapkan langkah persuasif dengan memberikan santunan agar rumah tersebut dikosongkan dan lahannya dijadikan aset pengamanan jalan demi keselamatan penghuninya.
Transformasi Galuh: Dari Sejarah Menuju Pelayanan Nyata
Memasuki wilayah Ciamis pada Minggu (3/5/2026), eskalasi budaya semakin kuat dengan tema “Kawali Mulang ka Diri”.
