CIREBONINSIDER.COM – Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si selaku Direktur Jendral Pemberdayaan KP2MI meresmikan 7 desa di Majalengka menjadi Desa Migran EMAS, pada Selasa, 4 Mei 2026, di Hotel Fitra, Majalengka.
Kegiatan Multi Stakeholder Forum yang digagas Lakpesdam PBNU itu bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan KP2MI.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda untuk penguatan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
Baca Juga:KP2MI Siapkan Sistem Pelatihan untuk Tingkatkan Skill PMI Tembus Pasar Kerja InternasionalYassierli: Kolaborasi Kemnaker dan KP2MI Penting untuk Optimalkan Peluang dan Perlindungan PMI
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jendral Pemberdayaan KP2MI yaitu Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si, beserta pejabat penting di Kabupaten Majalengka.
Dalam kegiatan ini juga Muh. Fachri memberikan sambutan sekaligus meresmikan meresmikan 7 desa yang ada di Majalengka menjadi Desa Migran EMAS (Demimas).
Adapun maksud dari Desa Migran EMAS itu adalah desa yang Edukatif, Maju, Aman dan Sejahtera dan disingkat menjadi Desa Migran EMAS.
Ketujuh desa yang diresmikan menjadi Desa Migran Emas (Demimas) meliputi Desa Pangkalanpari, Desa Maniis, Desa Margajaya, Desa Sukajadi, Desa Sinargalih, Desa Jagasari dan Desa Gunung manik.
Perlindungan PMI Libatkan Banyak Pihak
Dalam sambutannya Muh. Fachri menyampaikan bagaimana pentingnya memberikan perlindungan terhadap PMI yang harus melibatkan banyak pihak.
Pasalnya, permasalahan pekerja migran sangat banyak. Mulai dari sebelum berangkat, saat bekerja di luar negeri hingga setelah pulang kembali ke tanah air.
Bukan hanya itu saja, permasalahan yang ada bukan hanya terhadap pekerja migran itu sendiri, tapi juga anak dan keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga:Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Psikososial Keluarga PMI di Pangkalanpari Jatitujuh MajalengkaLakpesdam NU Gelar Pelatihan Psikososial untuk Keluarga PMI Desa Maniis Majalengka
Sehingga menurutnya, sangat penting adanya kolaborasi multi stakeholder dalam memberikan perlindungan terhadap PMI dan juga keluarganya.
“Apa itu Desa Migran EMAS, yaitu ruang kolaborasi multi stakeholder untuk memberikan perlindungan kepada pekerja migran dan juga keluarganya,” ucapnya.
Muh. Fahri berharap dengan adanya Forum Multi Stakeholder ini, semua pihak yang ada sama-sama komitmen untuk perlindungan terhadap PMI. (*)
