Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Psikososial Keluarga PMI di Pangkalanpari Jatitujuh Majalengka

Pelatihan-Psikososial-Keluarga-PMI
Masyarakat Pangkalanpari Jatitujuh Majalengka antusias mengikuti pelatihan psikososial keluarga PMI. Foto: Cireboninsider.com

CIREBONINSIDER.COM – Lakpesdam PBNU kembali menggelar pelatihan psikososial bagi keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) di Desa Pangkalanpari Kecamatan Jatitujuh, Majalengka.

Kegiatan pelatihan psikososial ini dibiayai oleh GIZ selaku donor dari Jerman yang bekerjasama dengan Lakpesdam PBNU.

Pelatihan Psikososial untuk keluarga PMI dilaksanakan di Balai Desa Pangkalanpari pada Senin, 2 Maret 2026.

Baca Juga:Lakpesdam NU Gelar Pelatihan Psikososial untuk Keluarga PMI Desa Maniis MajalengkaRahasia 'Inner Beauty' dan Detoksifikasi Ruhani: Bedah Filosofi Wudhu Menurut Syekh Al-Jurjawi

Warga Desa Pangkalanpari, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, antusias mengikuti pelatihan psikososial untuk keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hadir dalam kegiatan pelatihan psikososial tersebut yaitu Satgas PMI Desa Pangkalanpari, keluarga PMI, Kader Posyandu, dan juga dari tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian dari pendampingan yang dilakukan oleh Lakpesdam PBNU terhadap keluarga pekerja migran.

Dari 334 desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten Majalengka, hanya 7 desa yang menjadi lokus kegiatan pendampingan PMI tersebut.

Adapun desa-desa yang mendapatkan pendampingan itu meliputi Desa Pangkalanpari, Desa Maniis, Desa Margajaya, Desa Sukajadi, Desa Sinargalih, Desa Jagasari dan Desa Gunung manik.

Menurut Rudi Pardianto yang merupakan Asisten Koordinator pendamping lokal Kabupaten Majalengka, kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memberikan edukasi bagi keluarga PMI.

“Ini penting dilaksanakan, untuk memberikan edukasi bagaimana cara atau pola asuh anak yang ditinggalkan orang tuanya ke luar negeri untuk bekerja,” tutur Rudi Pardianto.

Baca Juga:Diplomasi 'Meja Makan' Prabowo: Konsolidasi Strategis Bareng PBNU, Muhammadiyah, dan Ulama di IstanaIslah Lirboyo: Akhiri ‘Perang Dingin’ PBNU lewat Jangkar Spiritual Gus Baha

Pasalnya, tidak sedikit kasus anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya ke luar negeri ini tidak terurus dengan baik.

Meina Shiamullaeli M.Psi., seorang psikolog yang menjadi pemateri pelatihan ini mengatakan bahwa banyak nya kasus pencabulan terhadap anak.

Kasus pencabulan ini ironisnya banyak dilakukan oleh orang tuanya sendiri saat ditinggal ibunya pergi ke luar negeri.

“Banyak kasus pencabulan yang dilakukan oleh bapak nya, baik bapak kandung atau pun bapak tiri saat ditinggalkan ibunya ke luar negeri,” tutur Meina Shiamullaeli.

Sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan bisa memberikan edukasi bagi para keluarga PMI dalam mengasuh anak yang ditinggalkan oleh PMI di luar negeri. (*)

0 Komentar