CIREBONINSIDER.COM – Angin segar sekaligus tantangan baru berembus dari Istana Negara bagi emak-emak dan pelaku UMKM di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Pemerintah pusat secara resmi mulai menggodok skema substitusi gas cair (LPG) menjadi Compressed Natural Gas (CNG) yang diklaim 30 persen lebih murah.
Langkah ini bukan sekadar urusan dapur, melainkan misi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun.
Baca Juga:Bahlil Garansi Harga BBM-LPG Tak Naik, Teknologi CNG Siap Masuk Dapur Warga CirebonTinggalkan Timur Tengah? Ini Peta Baru Impor LPG dan Minyak Mentah Indonesia
Kedaulatan Energi: Kembali ke Pasal 33
Usai menghadap Presiden Prabowo, Selasa (5/5/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penataan sektor energi kini akan diperketat.
Fokus utamanya adalah optimalisasi pendapatan negara melalui penataan izin pertambangan mineral dan batubara (minerba).
”Negara harus mendapatkan porsi yang lebih besar. Kita gunakan pola bagi hasil yang lebih adil, seperti gross split pada migas, agar hasilnya maksimal untuk rakyat sesuai mandat Pasal 33,” ujar Bahlil di Jakarta.
CNG: Solusi Murah di Lumbung Energi Ciayumajakuning
Wilayah Ciayumajakuning, khususnya Indramayu dan Cirebon yang dikenal sebagai daerah kaya sumber gas, diprediksi akan menjadi titik krusial dalam transisi ini. Berbeda dengan LPG yang mayoritas masih impor, bahan baku CNG melimpah di dalam negeri.
”Industrinya ada di kita, gasnya ada di kita. Jadi biaya transportasi bisa dipangkas habis. Itu kenapa harga CNG bisa lebih murah 30 persen dari LPG,” tambah Bahlil.
Tantangan Nyata: Tekanan 250 Bar
Meski menggiurkan secara harga, transisi ini membawa tantangan teknis yang “ngeri-ngeri sedap”. CNG memiliki tekanan sangat tinggi mencapai 250 bar, jauh melampaui tekanan LPG yang ada saat ini.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan uji coba modifikasi tabung gas 3 kg agar mampu menahan tekanan tinggi tersebut dengan aman.
Baca Juga:Harta Karun Gas "Raksasa" Blok Ganal Ditemukan: Kunci Swasembada Energi Indonesia Terungkap!Putus Ketergantungan Energi Fosil, Indonesia Pacu Hilirisasi Perkebunan Skala Besar di 2026
Hasil uji kelayakan dan keamanan ini dijanjikan bakal rampung dalam 2 hingga 3 bulan ke depan sebelum dilempar ke pasar secara masif.
Antara Efisiensi dan Edukasi Keamanan
Bagi warga Cirebon yang memiliki basis industri rumahan yang kuat, penghematan 30 persen adalah berkah luar biasa.
Namun, pemerintah memiliki pekerjaan rumah (PR) besar untuk mengedukasi masyarakat terkait faktor keamanan teknologi CNG.
