CIREBONINSIDER.COM- Agar dapat menembus pasar kerja internasional seperti di negara-negara Eropa yang menuntut standar tinggi, keterampilan calon pekerja migran Indonesia (PM) penting terus ditingkatkan.
Dalam hal ini, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding akan berupaya keras untuk melakukan peningkatan keterampilan (upskilling) bag calon PMI, seperti yang dilakukan Filipina.
Karding dalam agenda Kongres Diaspora Indonesia ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat, 2 Agustus 2025 ,menyatakan tekadnya untuk menyiapkan sistem pelatihan terbaik sehingga skill para calon PMI meningkat dan lebih baik.
Baca Juga:KP2MI Sebut Beberapa Hal Penting Belum Terakomodasi di RUU Perlindungan Pekerja MigranKP2MI: Revisi Selesai Akhir Juli, KUR dan KPR Pekerja Migran Siap Meluncur Agustus
“Kita harus seperti Filipina. Mereka ke Hong Kong, ke Taiwan, tapi target akhirnya adalah Eropa. Maka kita juga harus siapkan sistem pelatihan yang memungkinkan pekerja kita skill-up,” katanya dikutip dari Antara.
Sementara dalan keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Karding menyebutkan bahwa untuk mencapai hal tersebut, KP2MI kini telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi seperti dengan Universitas Terbuka.
Karding menilai institusi Universitas Terbuka cukup tepat untuk memastikan para PMI bisa tetap menempuh pendidikan sembari bekerja.
“Saya sedang menjaring kampus-kampus yang bisa kuliah daring agar (para PMI) bisa kuliah sambil kerja dan naik kelas,” katanya.
Selain itu, Karding juga meminta kepada seluruh diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara untuk bersama turut membantu upaya pihaknya dalam meningkatkan kualitas calon PMI.
Saat ini, katanya melanjutkan, pemerintah tengah merancang skema pembiayaan pelatihan PMI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan dengan bunga maksimal enam persen.
Fasilitas pinjaman ini diharapkan bisa diakses para calon PMI untuk membiayai pelatihan dan pemberangkatan mereka.
Baca Juga:KABAR BAIK! Airlangga Ungkap Pekerja Migran Bisa Akses KUR 100 Juta Tanpa JaminanMerespons Risiko Lonjakan Produk China, Kementerian UMKM Lakukan 4 Langkah Strategis Ini
“Kami sedang menyusun struktur biaya pelatihan di negara-negara tujuan,” tutur Karding.
Ia juga membahkan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk menindak perusahaan yang memungut biaya di luar struktur yang ditetapkan nantinya.
Di samping itu, Karding juga berjanji akan mengoptimalkan upaya pemberantasan praktik ilegal jual-beli sertifikat pelatihan di dalam negeri dan membongkar praktik tersebut.
“Masih ada yang beli sertifikat, padahal tidak pernah ikut pelatihan. Begitu sampai negara tujuan, tak siap kerja karena tak punya kemahiran. Ini sedang kami benahi, dan harus cepat,” tandas Abdul Kadir Karding.
