Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan pengembangan kawasan ini tetap selaras dengan tata ruang lingkungan dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk ikut terlibat di dalamnya, bukan hanya menjadi milik korporasi besar.
Jika kolaborasi antara LMAN, Pemkab, dan Investor ini berjalan mulus, Ciperna diprediksi akan menjadi ikon baru ekonomi di wilayah Ciayumajakuning dalam dua tahun ke depan.(*)
