CIREBONINSIDER.COM – Kabupaten Cirebon semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi baru di Jawa Barat yang mulai diperhitungkan secara global. Momentum ini terlihat jelas saat Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima kunjungan resmi Kedutaan Besar Bulgaria di Ruang Paseban Setda, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan diplomatik tersebut bukan sekadar seremoni biasa, melainkan langkah taktis untuk menjajaki kerja sama konkret di sektor industri furnitur, rotan, hingga pariwisata berkelanjutan.
Lonjakan Ekonomi Cirebon Lampaui Target
Di hadapan delegasi Bulgaria, Bupati Cirebon, Imron, membedah performa ekonomi daerah yang menunjukkan tren impresif.
Baca Juga:Transformasi Digital Jadi Tantangan Mendes PDT dan Peta Jalan Ekspor TanggamusEkspor Jabar Terjepit Konflik Iran-Israel: 10 Kontainer Tekstil Tertahan, Stok Gudang Melimpah
Data mencatat, pada tahun 2024, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon menyentuh angka 5,83%, yang menempatkannya sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Jawa Barat.
Performa apik ini kian terakselerasi pada tahun 2025 dengan capaian fantastis di angka 6,23%. Kenaikan signifikan ini menjadi bukti otentik bahwa iklim investasi di wilayah timur Jawa Barat sedang berada dalam kondisi prima dan sangat menjanjikan bagi investor asing.
”Kabupaten Cirebon memiliki peluang besar melalui PP Nomor 87 Tahun 2021 yang menetapkan wilayah kami masuk dalam Kawasan Industri Rebana. Ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kami proyeksikan sebagai lokomotif ekonomi berbasis industri, logistik, dan jasa,” tegas Imron.
Uni Eropa Lirik Kualitas Furnitur Lokal
Duta Besar Bulgaria, Tanya Dimitrova, memberikan atensi khusus pada sektor manufaktur kreatif. Ia mengakui bahwa Bulgaria melihat potensi besar pada bisnis furnitur dan rotan Cirebon yang memiliki karakter unik serta daya saing tinggi untuk menembus pasar Eropa.
”Kami melihat ada potensi yang luar biasa, khususnya di bidang ekonomi seperti bisnis furnitur dan rotan. Dua sektor ini sangat potensial untuk dikembangkan dan dikerjasamakan lebih jauh,” jelas Tanya Dimitrova.
Selain manufaktur, Bulgaria juga membuka ruang kolaborasi pada sektor pengembangan pariwisata dan pembangunan infrastruktur.
Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang saling memperkuat posisi tawar kedua belah pihak di kancah internasional.
Baca Juga:Cirebon Bidik Rekor WTP Ke-12, Bupati Imron Warning Pejabat: Segera Kembalikan Kerugian NegaraSinyal Lemot di Cirebon Bakal Berakhir? Bupati Imron Garansi Raperda Infrastruktur Pasif Telekomunikasi
Menuju Hub Industri Global
Langkah agresif Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam menggandeng Bulgaria menunjukkan pergeseran orientasi pasar yang kini mulai fokus pada pasar global.
