BGN Coret 1.653 Sekolah Kaya, Makan Bergizi Gratis Dialihkan ke Daerah 3T

Kepala-BGN-Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono berikan keterangan pemutakhiran data sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Istimewa/ Doc BGN

​CIREBONINSIDER.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menyisir ulang data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya tegas: sebanyak 1.653 sekolah swasta bertaraf internasional dan lembaga pendidikan mandiri non-BOS resmi dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.

​Langkah radikal ini diambil agar intervensi gizi negara tidak salah sasaran dan benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan.

​Kepala BGN, Sudaryono—yang akrab disapa Mas Dar—menegaskan bahwa sekolah dengan kemampuan finansial mandiri tidak lagi menjadi beban anggaran program.

Baca Juga:​Kasus Keracunan Pati Meledak, BGN Ancam Tutup Dapur Nakal, Gandeng KemenHAM​Sapu Bersih Dapur MBG Bodong, BGN Gembok 1.999 Dapur Pembangkang Izin Sanitasi

​”Mayoritas yang kami keluarkan adalah sekolah swasta bertaraf internasional dan satuan pendidikan yang sudah mandiri secara finansial tanpa bergantung pada dana BOS,” ujar Mas Dar di Jakarta.

​Perataan Akses: Papua dan Maluku Jadi Sasaran Utama

​Langkah pencoretan ini menjadi pintu masuk redistribusi bantuan. Dari total 580.000 satuan pendidikan yang terdata bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama, baru sekitar 340.000 sekolah yang terlayani.

​Artinya, masih ada 240.000 sekolah yang mengantre. BGN kini mengalihkan fokus penuh pada area kritis:

– ​Fokus Wilayah: Prioritas mutlak diberikan kepada daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), serta kantong-kantong wilayah dengan angka stunting tinggi.

– ​Target Mendesak: Maluku dan Papua menjadi perhatian utama, di mana sekitar 15.000 sekolah di kedua wilayah tersebut belum tersentuh program MBG.

– ​Pembangunan Dapur Gizi: BGN mempercepat pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi-lokasi prioritas tersebut secara bertahap dan terukur.

​”Percepatan terus kita dorong, tetapi pengelolaannya wajib aman, efisien, dan presisi di lapangan,” tegas Mas Dar.

Baca Juga:​Anggaran MBG Dipangkas Rp30 T, BGN Kunci Target 72,4 Juta Penerima ManfaatTanpa Usul Tambah Anggaran, BGN Aktifkan 2.700 Dapur Gizi Baru di Wilayah 3T dan Pesantren

​Alarm Pengawasan Mutu Pasca KLB Pati

​Ekspansi program ini berjalan beriringan dengan pembenahan sistemik di lapangan. Insiden keracunan makanan yang menimpa 59 penerima manfaat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi alarm keras bagi standar higiene program.

​Pemerintah Kabupaten Pati sempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) guna memastikan seluruh penanganan medis berjalan cepat dan gratis bagi korban.

​Wakil Kepala BGN, Trenggono, memastikan seluruh korban kini dalam kondisi membaik. Pembiayaan perawatan ditanggung penuh oleh kolaborasi BGN dan pemerintah daerah.

0 Komentar