CIREBONINSIDER.COM— Pemangkasan anggaran tak menyurutkan target sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) mengunci target 72,4 juta penerima manfaat pada 2027. Angka ini tak bergeming meski alokasi Bantuan Pemerintah (Banper) MBG disunat Rp30 triliun.
Pagu Banper MBG menyusut dari semula Rp262,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun. Secara keseluruhan, Pagu Indikatif BGN 2027 disepakati sebesar Rp240,20 triliun.
”Dengan pagu anggaran ini, target penerima manfaat MBG Tahun 2027 adalah 72.464.886 orang,” tegas Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (3/9).
Baca Juga:Mas Dar Perketat Dapur MBG, Sistem Dikunci Apel Virtual, Relawan Dilarang LalaiBupati Kuningan Haramkan Pejabat Berbisnis di Proyek MBG, Keracunan Makanan Ancam Pidana!
Alokasi Anggaran dan Peta Sasaran 2027
BGN membagi anggaran Rp240,20 triliun ke dalam dua pos utama. Sebanyak Rp232,88 triliun dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Sisa Rp7,33 triliun disiapkan untuk Program Dukungan Manajemen.
Jangkauan sasaran 72,4 juta penerima manfaat bertumpu pada dua kelompok besar.
Kelompok utama menyasar 60,59 juta peserta didik. Cakupannya menembus seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, SLB, hingga para santri di pesantren.
Kelompok kedua memprioritaskan 11,86 juta jiwa dari sektor rentan. Sektor ini mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita di seluruh wilayah Indonesia.
Bukan Sekadar bagi Makanan: Penguatan Dapur SPPG
Pangkasan anggaran memaksa BGN memperketat tata kelola operasional. BGN mengalokasikan Rp373,3 miliar khusus untuk kegiatan teknis non-MBG guna menjaga mutu layanan.
Dana ini dikucurkan untuk membenahi standar operasional di lapangan, antara lain:
– Standardisasi Dapur SPPG: Penyelarasan fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar sesuai standar higienis nasional.
– Sertifikasi Petugas: Pelatihan berkala bagi penjamah dan pengolah makanan lokal.
– Integrasi Rantai Pasok: Penyerapan bahan baku pangan langsung dari petani dan peternak sekitar area SPPG.
Baca Juga:Tanpa Usul Tambah Anggaran, BGN Aktifkan 2.700 Dapur Gizi Baru di Wilayah 3T dan PesantrenInsentif SPPG Rp6 Juta Per Hari Dirombak Total, Menkeu dan BGN Sepakat Perketat Anggaran Gizi
– Pemantauan Mutu Digital: Pengawasan keamanan pangan secara akurat untuk memangkas potensi food waste.
”BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem pemenuhan gizi nasional,” pungkas Sudaryono.(*)
