Mas Dar Perketat Dapur MBG, Sistem Dikunci Apel Virtual, Relawan Dilarang Lalai

Kepala-BGN-Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono memberikan arahan ketat tentang SOP kepada personel dapur SPPG saat meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta. Foto: Istimewa /Doc BGN 

CIREBONINSIDER.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Pengendalian kini dilakukan ganda: mengunci kedisiplinan lewat apel virtual pagi hari serta memperkuat integritas moral relawan di lapangan.

​Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh personel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—mulai dari kepala dapur, pengawas gizi, pengawas keuangan, hingga relawan—berada di posisinya masing-masing sebelum kompor dinyalakan.

​Sidak Digital dan Kunci Presensi

​Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) bersifat mutlak. Apel umum berbasis virtual menjadi instrumen utama untuk mengecek kesiapan fisik dan kedisiplinan tim secara real-time sesuai zona waktu daerah.

Baca Juga:​Bupati Kuningan Haramkan Pejabat Berbisnis di Proyek MBG, Keracunan Makanan Ancam Pidana!​Cek Menu Sekolah Anak Real-Time, BGN Buka Portal 'Radar MBG' untuk Orang Tua

​“Ini harus kita lakukan karena kita memastikan bahwa semua pemimpin itu ada di posisinya di saat jam operasional,” tegas sosok yang akrab disapa Mas Dar tersebut.

​Pola pengawasan digital ini menutup celah kekosongan peran di lapangan, sehingga seluruh dapur SPPG di Indonesia berjalan sejajar sesuai standar yang ditetapkan.

​Tiga Poin Kritis Pengawasan

​Pengendalian kualitas (quality control) BGN diterapkan ketat sejak bahan baku tiba di dapur. BGN mengunci pengawasan pada tiga titik vital:

​Pertama, integritas bahan baku. Petugas wajib memastikan kesegaran dan standar mutu komoditas yang diterima dari mitra atau petani lokal.

​Kedua, penyimpanan yang tepat. Pengawasan ketat dilakukan pada rantai dingin dan teknik penyimpanan agar bahan baku tidak rusak sebelum dimasak.

​Ketiga, eksekusi pengolahan. Tim gizi mengawal langsung komposisi nutrisi serta kebersihan proses olah makanan sesuai standar kesehatan.

​Sentuhan Humanis: Bekerja Pakai Hati

​Selain mengontrol lewat layar virtual, Mas Dar meninjau langsung dapur SPPG di wilayah DKI Jakarta. Di hadapan para petugas dan relawan, ia menekankan bahwa ketepatan prosedur teknis harus diimbangi dengan kepedulian.

Baca Juga:Ratusan Siswa Karo Keracunan MBG, Kepala BGN Murka: Suspend Dapur dan Ancam Pemecatan ASNStunting Cirebon Naik Tipis 14,13 Percent, Pemkot Pacu Strategi MBG 3B Garap 1.000 HPK

​“Kerja pakai hati ya, kerja pakai hati. Ya SOP itu, SOP,” ujar Mas Dar saat memberikan arahan langsung di lapangan.

​Bagi BGN, kualitas masakan MBG tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga oleh empati para eksekutornya.

0 Komentar