Ratusan Siswa Karo Keracunan MBG, Kepala BGN Murka: Suspend Dapur dan Ancam Pemecatan ASN

Kepala-BGN-Sudaryono
Kepala BGN Sudaryono mengacungkan jari telunjuk memberikan ultimatum tegas \'Mampu atau Mundur!\' dalam evaluasi kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo. Foto:Istimewa/Doc BGN

CIREBONINSIDER.COM — Insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memicu reaksi keras pemerintah. Sebanyak 354 pelajar terdampak usai menyantap hidangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Berastagi Sempajaya, bahkan beberapa di antaranya harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Haji Medan.

​Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak yang terbukti lalai. Langkah tegas disiapkan mulai dari pembekuan operasional dapur hingga penyerahan kasus ke jalur hukum.

​Pernyataan keras ini disampaikan Sudaryono usai menjenguk langsung korban di RS Haji Medan, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:Stunting Cirebon Naik Tipis 14,13 Percent, Pemkot Pacu Strategi MBG 3B Garap 1.000 HPKBGN dan Kemendagri 'Sapu Bersih' MBG: 504 Dapur Ditolak, Data Ganda Dihentikan Total!

​Sanksi Berlapis: Dapur Di-suspend, ASN Terancam PTDH

​Sudaryono memastikan tindakan penegakan disiplin di internal BGN dilakukan tanpa kompromi. Penanganan kelalaian fatal ini melampaui sanksi administratif biasa.

​Operasional SPPG Karo Berastagi langsung dijatuhi status suspend berat dan dihentikan total. Bagi Kepala SPPG yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), BGN tidak hanya mencopot dari jabatan, tetapi mengusulkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

​Selain sanksi kepegawaian, BGN menyerahkan investigasi penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan pidana kelalaian penyiapan makanan.

​”Sanksinya yang pertama, dapurnya disuspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan tidak dengan hormat melalui BKN, status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut nyawa,” tegas Sudaryono.

​Hasil Investigasi: Ratusan Ekor Ikan Dibiarkan di Suhu Ruang

​Investigasi sementara BGN membongkar penyebab utama fatalnya kejadian ini. Kelalaian mendasar ditemukan pada pengelolaan dan penyimpanan bahan baku makanan.

​Dari total pasokan, sebanyak 200 hingga 300 ekor ikan basah dibiarkan berada di suhu ruangan selama 10 hingga 12 jam tanpa dimasukkan ke dalam freezer. Bahan baku yang membusuk tersebut tetap diolah dan dibagikan kepada para siswa.

​Sudaryono menyebut tindakan membiarkan ikan basah di luar pendingin sebagai bentuk kebodohan dan kelalaian fatal yang mempertaruhkan keselamatan anak-anak.

Baca Juga:​BGN Wajibkan Wadah MBG Label Batas Waktu Konsumsi, Dilarang Dibawa Pulang​Sapu Bersih Dapur MBG, BGN Pecat 66 Kepala SPPG Dipecat

​Ultimatum untuk 27 Ribu Dapur MBG: Mampu atau Mundur!

​Peristiwa di Karo menjadi peringatan keras bagi pengelola 27 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia. BGN menginstruksikan seluruh jajaran dapur untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat tanpa cela.

0 Komentar