CIREBONINSIDER.COM — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon bergerak cepat merespons tekanan harga bahan pokok dan tantangan gizi daerah.
Potensi besar wilayah pesisir kini dijadikan benteng utama. DKPP meluncurkan strategi ganda lewat Bazar Produk Perikanan yang disinergikan langsung dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Agenda taktis ini dipusatkan di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Kamis (13/8/2026).
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menegaskan bahwa pemenuhan gizi berkualitas harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Baca Juga:Cirebon-Yangjiang Perkuat Sister City: Fokus Hilirisasi Perikanan dan Pertanian di Kawasan RebanaIndramayu 'Surganya Ikan', Pasok 33% Produksi Perikanan Jawa Barat Tahun 2026
“Kami mengajak warga menjadikan ikan sebagai menu harian keluarga. Ini langkah nyata membangun SDM sehat sekaligus membentengi anak-anak kita dari stunting,” tegas Sudiharjo saat membuka acara.
Potong Rantai Pasok, Jaga Daya Beli
Integrasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan GPM terbukti ampuh. Masyarakat bisa mendapatkan komoditas pangan pokok dan sumber protein hewani berkualitas tinggi dengan harga jauh di bawah pasaran.
Langkah memotong rantai distribusi ini menjadi kunci utama. Selain menjaga daya beli warga, stabilitas harga pangan di tingkat lokal tetap terjaga aman.
Variasi produk yang dihadirkan sangat beragam. Untuk kebutuhan harian, warga bisa memilih ikan segar, ikan beku, ikan pindang, hingga terasi khas Cirebon. Sementara bagi penyuka kuliner praktis, tersedia berbagai olahan siap saji unggulan seperti bandeng gepuk, abon ikan, sop dan pepes ikan, hingga aneka keripik dan kerupuk laut.
Dorong UMKM Pesisir Tembus Pasar Digital
Agenda ini tidak sekadar urusan dapur dan gizi. DKPP menjadikan momentum ini sebagai sarana memacu UMKM perikanan Cirebon agar naik kelas.
Sudiharjo mendorong para pelaku usaha pesisir untuk terus melakukan inovasi produk dan memanfaatkan ekosistem digital dalam pemasaran.
“Inovasi dan mutu adalah kunci. Pelaku UMKM harus memanfaatkan teknologi digital agar produk lokal Cirebon mampu menembus pasar nasional,” ujarnya.
Baca Juga:BGN dan Kemendagri 'Sapu Bersih' MBG: 504 Dapur Ditolak, Data Ganda Dihentikan Total!Sektor Perikanan Kota Cirebon Pecahkan Rekor 2025, Lampaui Target hingga 155 Persen
Aksi sosial donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) turut melengkapi kegiatan ini, mempertegas kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan dan sosial di Kabupaten Cirebon.(*)
