​Sapu Bersih Dapur MBG, BGN Pecat 66 Kepala SPPG Dipecat

Kepala-BGN-Sudaryono
Kepala BGN beri keterangan pers terkait pemecatan 66 kepala dapur SPPG dan penataan Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa/ Doc BGN

CIREBONINSIDER.COM — Badai pembersihan melanda internal Badan Gizi Nasional (BGN). Sebanyak 66 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi diproses pemecatan secara tidak hormat dari status ASN PPPK.

​Langkah ‘sapu bersih’ ini diambil tanpa kompromi. Penyebab utamanya fatal: pelanggaran disiplin berat hingga rentetan kasus keracunan makanan yang mengancam keselamatan anak-anak sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Kepala BGN, Sudaryono (Mas Dar), menegaskan BGN tidak akan pernah mentoleransi kelalaian yang merusak misi besar negara.

Baca Juga:Garis Merah Dapur MBG: Tanpa Sertifikat Laik Higiene Siap-Siap Di-Suspend Permanen!​Putusan MK Jadi Momentum, DPR Desak MBG Fokus Kelompok Rentan, Hemat APBN Ratusan Triliun

​”Per hari ini kami telah memproses pemberhentian 66 kepala dapur sebagai ASN PPPK. Mereka terbukti melakukan tindakan indisipliner. Ada pula kasus keracunan berulang yang menjadi dasar tegas pemecatan ini,” ujar Mas Dar saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8).

​Gali Gunung Es: Antara Oknum Dapur dan Tekanan Mitra

​Tak berhenti pada pemecatan, BGN kini membongkar ‘gunung es’ permasalahan di tingkat tapak. Ada sekitar 60 Kepala SPPG lain yang mendadak masuk dalam radar pemeriksaan intensif.

​Akar masalahnya bermula dari gesekan panas antara kepala dapur dan mitra penyedia layanan.

​BGN menemukan dua pola pelanggaran serius di lapangan. Pertama, adanya dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum kepala dapur yang bertindak arogan dan melenceng dari SOP. Kedua, adanya tekanan sengit dari mitra swasta penyedia bahan baku yang memaksa kepala dapur mengorbankan kualitas dan porsi gizi anak demi margin keuntungan.

​”Kami cek secara objektif. Apakah kepala dapur yang menyalahgunakan wewenang, atau justru mitra yang menekan hingga pelayanan rusak. Semua kami usut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi,” tegas Mas Dar.

​Keamanan Pangan Harga Mati

​Sinyal bahaya kini menyala bagi ribuan SPPG di seluruh Indonesia. Evaluasi berkala diperketat, sementara akuntabilitas dan food safety (keamanan pangan) dipatok sebagai standar yang tidak bisa ditawar.

​Langkah keras BGN ini bukan sekadar memberikan hukuman. Ini adalah perisai proteksi bagi jutaan anak penerima manfaat, sekaligus menjaga integritas mayoritas petugas dan relawan BGN yang sudah bekerja jujur di lapangan.

Baca Juga:Efek Jeda MBG dan Panen Raya, Harga Ayam-Bawang Anjlok, Jabar Deflasi 0,05 PersenBGN Naikkan Status Keracunan MBG Jadi Kejadian Fatal, Dapur Langsung Di-Suspend, Kepala SPPG Dicopot

​Program MBG adalah pertaruhan masa depan SDM Indonesia. Memutus rantai main mata dan kelalaian di tingkat dapur adalah harga mati agar tak ada lagi kompromi di atas piring makan anak bangsa.(*)

0 Komentar