CIREBONINSIDER.COM — Peta kekuatan ekonomi Jawa Timur resmi bergeser. Pulau Madura yang selama ini identik dengan sektor pertanian dan maritim, kini bersiap melompat menjadi raksasa manufaktur modern menyusul masuknya investasi skala besar asal Tiongkok.
Langkah megah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee di Jakarta.
Melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan diproyeksikan menjadi poros baru ekonomi Jawa Timur—menyeimbangkan dominasi industri berat Petrokimia di Gresik dengan kawasan manufaktur terpadu di Bangkalan.
Baca Juga:Industri Butuh 100 Ribu Ton Garam, Petambak Justru 'Sekarat' Diteror SLIKTekan Rugi Pascapanen, Cara FAO Boyong Petani Jawa Barat Bedah Industri Mangga Filipina
Bongkar Ketergantungan Dolar, Dorong Ekonomi Lokal
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kehadiran kawasan industri ini merupakan langkah konkret pemerintah memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di luar kawasan industri konvensional.
”Kawasan di Madura ini ke depannya merupakan kawasan heavy industry Indonesia. Kehadiran Kawasan Industri Bangkalan akan menciptakan keseimbangan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur,” tegas Menko Airlangga.
Menariknya, transaksi ekonomi kawasan ini didukung skema Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) bernilai USD 50 miliar. Skema ini memungkinkan transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Settlement), sehingga aktivitas perdagangan Indonesia-Tiongkok di Bangkalan berjalan tanpa tergantung pada Dolar AS.
Klaster Manufaktur dan Garansi Izin Cepat
Kawasan Industri Wiraraja Madura dirancang terpadu sebagai pusat manufaktur, logistik, hingga energi hijau. Presiden Direktur Wiraraja Madura Industrial Estate sekaligus Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyebut mitra dari Guangdong bakal mempercepat transfer teknologi ke industri nasional.
Rangkaian klaster industri padat karya siap diboyong langsung dari Negeri Tirai Bambu:
– Sektor Tekstil dan Benang: Penguatan ekosistem rantai pasok manufaktur dari hulu ke hilir.- Sektor Olahan Pangan: Pengembangan industri pengolahan cokelat berskala ekspor.- Sektor Manufaktur Produk: Produksi matras dan beragam barang manufaktur padat karya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Pemprov Jawa Timur memberi garansi penuh berupa percepatan izin investasi. Tujuannya tegas: memangkas birokrasi agar penyerapan ribuan tenaga kerja lokal segera terealisasi.
