Detik-Detik Percikan Pompa Solar Lumat Kapal Nelayan di Karangsong, Kerugian Tembus Rp6,6 Miliar!

Kebakaran-Kapal-Pelabuhan-Karangsong
Kebakaran hebat melanda kapal nelayan di Pelabuhan Karangsong Indramayu, dipicu percikan api dari pompa solar saat pemindahan bahan bakar, Kamis (6/8/2026). Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, menunjukkan skala bencana yang melumat tiga perahu dan aset miliaran rupiah. Foto: Tangkapan layar Instagram 

CIREBONINSIDER.COM — Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berubah menjadi bencana hebat pada Kamis (6/8/2026) siang. Percikan api kecil dari pompa penyedot solar memicu kebakaran besar yang melumat tiga kapal nelayan dan membumihanguskan aset senilai Rp6,6 miliar.

​Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di langit pesisir Karangsong sekitar pukul 13.20 WIB. Pemandangan mengerikan itu langsung memicu kepanikan luar biasa di antara ribuan nelayan dan warga setempat.

​Petaka Semenit dari Pompa Penyedot

​Hasil penyelidikan awal Kepolisian Resor (Polres) Indramayu mengungkap, musibah ini bermula saat solar dipindahkan dari mobil tangki menuju KM Bintang Samudra Qween.

Baca Juga:Duet KNMP dan Koperasi Merah Putih, Strategi Baru Pemerintah Perkuat Daya Saing Nelayan WakatobiKabar Gembira Nelayan Indramayu: Menkop Siapkan 4 Titik SPBUN dan Kawasan Industri Besar

​Proses pemindahan BBM dari satu toren ke toren lainnya di atas kapal awalnya berjalan normal. Namun, petaka mendadak muncul dari alat transfer yang digunakan.

​”Saat proses pemindahan solar berlangsung, muncul percikan dari pompa yang digunakan sehingga bahan bakar di dalam toren langsung tersulut api,” ungkap Kasatpolairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryan.

​Sifat solar yang volatil berpadu dengan embusan angin pesisir yang kencang. Dalam hitungan detik, api menyambar tangki penyimpanan lain dan menjalar liar ke area dermaga yang padat perahu serta alat tangkap ikan.

​Tiga Kapal Hangus, Satu Kapal dan Tangki Lolos dari Ajal

​Amukan si jago merah membakar tiga kapal nelayan yang bersandar berdampingan, yakni KM Sari Mulya WK, KM Mandala, dan KM Nurhidayah. Ketiganya mengalami kerusakan parah pada bagian dek.

​Uniknya, KM Bintang Samudra Qween yang menjadi tujuan utama pengisian solar justru lolos dari maut. Kapal ini terlindung aman di balik posisi tiga kapal lain yang membentengi kobaran api.

​Keberuntungan serupa dialami armada mobil tangki BBM. Pengemudi yang sigap langsung menancap gas menjauh dari titik ledakan awal sebelum lidah api sempat menjangkaunya.

​Meski begitu, hantaman api tetap menyapu bersih aset di sekitar dermaga. Satu unit mobil Toyota Fortuner, dua sepeda motor, lima tumpukan jaring nelayan, hingga sebuah warung warga ludes menjadi abu. Polres Indramayu menaksir total kerugian materiil menembus angka Rp6,6 miliar.

0 Komentar