Duet KNMP dan Koperasi Merah Putih, Strategi Baru Pemerintah Perkuat Daya Saing Nelayan Wakatobi

Kemenko-Pangan
Lokakarya Kemenko Pangan dan Blue Ventures Indonesia di Wakatobi membahas integrasi rantai pasok perikanan tangkap untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis 2026. Foto: Humas Kemenko pangan

CIREBONINSIDER.COM– Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, resmi diproyeksikan menjadi pilar strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui langkah berani Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hasil laut nelayan kecil di wilayah ini kini mulai diintegrasikan ke dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dimatangkan dalam lokakarya strategis bertajuk “Penguatan Daya Saing Perikanan Tangkap Skala Kecil” yang digelar bersama Blue Ventures Indonesia di Wakatobi pada 22–23 April 2026.

Fokusnya bukan sekadar produksi, melainkan memastikan ikan dari tangan nelayan lokal mampu menembus standar distribusi pangan nasional.

Baca Juga:Marak Keracunan, MBG Bisa Jadi Bom Waktu? Komisi IX DPR Sentil Manajemen ‘Setengah Matang’!Uji Kelayakan MBG Cirebon, 24 Satuan Pelayanan Gizi Belum Kantongi Sertifikat Higiene

​Menembus Rantai Pasok Nasional

Tantangan utama nelayan skala kecil selama ini adalah keterbatasan akses pasar dan penurunan kualitas produk pasca-tangkap. Menjawab persoalan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim menekankan pentingnya integrasi dari hulu ke hilir.

​“Penguatan daya saing harus menyeluruh. Kita tidak hanya bicara tangkapan, tapi bagaimana standar mutu produk perikanan lokal ini bisa masuk secara resmi ke sistem distribusi pemerintah, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut.

Duet KNMP dan KDMP: Skema Baru Ekonomi Pesisir

Inovasi paling tajam dalam pertemuan ini adalah rencana menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai pilot project integrasi dua program besar nasional:

– ​Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP): Berfokus memperkuat infrastruktur dan kapasitas produksi di sisi hulu (nelayan).

– ​Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP): Bertindak sebagai agregator dan motor distribusi di sisi hilir.

​Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem mandiri di mana hasil laut Wakatobi langsung terserap oleh kebutuhan pasar regional, terutama untuk pemenuhan gizi masyarakat melalui program prioritas pemerintah.

Wakatobi Jadi Model Nasional

Bupati Wakatobi, H. Haliana, menyambut optimis penunjukan daerahnya sebagai percontohan nasional.

Baca Juga:Satu Solusi Gebuk Bank Emok: KDMP Bakal Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Kapetakan hingga Mundu?Kemenkop Siapkan Rp16 Triliun untuk KDMP, Minta Segera Susun Proposal Matang

Menurutnya, kolaborasi ini adalah solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini sering bergantung pada rantai tengkulak yang panjang.

“Wakatobi siap menjadi model penguatan perikanan nasional. Dengan dukungan teknologi seperti Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA), kami menjamin setiap produk yang keluar memiliki legalitas dan kualitas tinggi,” ujar Haliana.

0 Komentar