Di Depan 150 Periset BRIN, Prabowo Sentil Skor PISA: Fakta Itu Menyakitkan tapi Setop Cari Kambing Hitam!

Presiden-Prabowo-Subianto
Suasana pertemuan besar Presiden Prabowo Subianto dengan 150 periset BRIN di Istana Merdeka Jakarta, menampilkan layar panggung bertuliskan judul acara.  Foto: Istimewa/ Doc BPMI Setpres

CIREBONINSIDER.COM — Di hadapan 150 periset terbaik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto blak-blakan. Prabowo menyoroti tajam merosotnya skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia dan menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis fakta (evidence-based policy).

​Pertemuan bersejarah ini menjadi sinyal kuat sinergi pemerintah dan komunitas ilmiah demi mempercepat hilirisasi riset menuju Indonesia Emas 2045.

​Tamparan Realita: PISA Merosot, Riset Minim Anggaran

​Dalam agenda yang diprakarsai Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala BRIN Arif Satria tersebut, Prabowo menekankan bahwa kemajuan bangsa tak bisa dibangun di atas ilusi atau laporan manis semata.

Baca Juga:​Prabowo Minum Air Banjir Olahan BRIN, Sinyal Tegas Pangkas Impor dan Subsidi Rp26 TriliunStrategi Hilirisasi Bapperida Indramayu: Lewat Kajian Ilmiah BRIN, 3 Komoditas Unggulan Ini Bakal Naik Kelas

​”Saya sukanya memimpin dengan fakta, facts, realita. Kadang-kadang fakta itu tidak enak. Jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam,” tegas Presiden Prabowo.

​Prabowo membedah tiga indikator kritis yang menjadi benteng pertahanan pendidikan dan ekosistem riset nasional saat ini:

Satu, ​Peringkat PISA Memprihatinkan: Kemampuan membaca, matematika, dan sains anak-anak Indonesia tercatat merosot tajam jika dibandingkan dengan capaian pada periode 2003–2006.

Dua, Tantangan Geografis Ekstrem: Mengelola 388 ribu sekolah dari kawasan pegunungan hingga pulau terluar seperti Miangas butuh terobosan nyata, bukan sekadar administrasi rutin.

Tiga, ​Anggaran R&D Masih Minim: Investasi Research & Development (R&D) Indonesia dinilai jauh dari kata ideal untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju.

​Gebrakan Konkret: Sekolah IB & Sikat Korupsi Demi Dana Riset

​Mengatasi sengkarut masalah tersebut, Presiden Prabowo membeberkan tiga langkah taktis pemerintah untuk menggenjot daya saing sains dan teknologi nasional secara masif:

– ​Restrukturisasi Sekolah dan Kurikulum Internasional: Pemerintah menyiapkan pembangunan sekolah-sekolah unggulan berstandar International Baccalaureate (IB) agar lulusan lokal mampu langsung menembus universitas top dunia.

Baca Juga:Sindir Riset "Laci", Mentan Amran Gandeng BRIN & 18 Kampus: Paksa Inovasi Turun ke Sawah!Riset Independen BRIN: Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Breakthrough' Ekonomi atau Beban Anggaran?

– ​Kemitraan Perguruan Tinggi Dunia: Mendorong skema Joint Degree dan Kerja Sama Operasi (KSO) antara kampus-kampus nasional dengan institusi pendidikan terbaik di tingkat global.

– ​Efisiensi dan Pemberantasan Korupsi: Anggaran pendidikan dan riset akan digelontorkan lebih besar hasil dari penghematan penindakan tegas terhadap fraud, under-invoicing, serta kebocoran APBN.

0 Komentar