CIREBONINSIDER.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan drastis pasca-insiden keamanan pangan yang menimpa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Semarang.
BGN tidak lagi mengategorikan insiden keracunan sebagai “kejadian menonjol” biasa. Statusnya resmi dinaikkan menjadi kejadian fatal.
Perubahan status ini menandai babak baru pengawasan MBG. BGN memberlakukan prinsip zero tolerance secara ketat di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia.
Baca Juga:Petaka MBG SMKN 6 Semarang, BGN Suspend SPPG Karangturi, Kebut 'Live Tracking' Dapur DigitalMas Dar Sapu Bersih Rekening 'Hantu' MBG Rp311 Miliar, Sinyal Tegas BGN Safeguard Uang Negara
Tamparan Keras Pasca Kunjungan Semarang
Langkah tegas ini diambil langsung oleh Kepala BGN, Sudaryono (Mas Dar), usai meninjau langsung para korban terdampak di Semarang.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi titik balik. BGN kini tak sekadar melakukan evaluasi, melainkan memperketat rantai pengawasan dari hilir hingga hulu secara simultan.
”Sesuai rapat tadi, kami putuskan keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa dan kondisi kesehatan seseorang. Kami berharap ini menjadi kasus pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan,” tegas Mas Dar.
Sanksi Berantai: Suspend Dapur hingga Copot Jabatan
Perubahan status menjadi kejadian fatal tidak berhenti pada istilah. BGN menetapkan prosedur penanganan darurat yang berlaku otomatis tanpa pengecualian.
Pertama, penghentian operasional instan. Dapur atau SPPG yang terindikasi menjadi sumber insiden keracunan langsung dihentikan operasionalnya (di-suspend) pada hari yang sama untuk audit total.
Kedua, pencopotan langsung Kepala SPPG. Sebagai penanggung jawab operasional tertinggi di unit dapur, Kepala SPPG langsung dibebastugaskan dari jabatannya saat insiden terkonfirmasi.
Ketiga, investigasi menyeluruh dan uji laboratorium. Tim khusus diterjunkan untuk membedah sampel makanan di laboratorium, menguji higienitas air dan sanitasi, hingga menelusuri dugaan kelalaian personel.
Baca Juga:Sapu Bersih Pungli MBG, Kepala BGN Tebar Ancaman Pemecatan Kepala Dapur dan Haramkan LPG 3 Kg!Tidak Ada Kompromi! Menkeu Purbaya Ancam Tutup Satuan Pelayanan Gizi Jika Berani Mainkan Anggaran MBG
”Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi menjadi dasar langkah berikutnya,” ujar Mas Dar.
Perlindungan Ekstra untuk Kelompok Rentan
Kebijakan keras ini bukan semata-mata bentuk hukuman administratif. BGN menegaskan tujuan utamanya adalah membangun budaya kerja yang tak menoleransi sedikit pun kelalaian.
Program MBG menyasar kelompok yang sangat rentan terhadap insiden kontaminasi pangan, mulai dari anak-anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan ibu menyusui.
