CIREBONINSIDER.COM— Peta persaingan bank syariah di Jawa Timur kian sengit. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi mengincar potensi ekonomi berbasis komunitas santri.
Target pergerakannya tak main-main: Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Langkah ini bukan sekadar agenda seremoni. Di balik tembok pesantren, ada perputaran uang masif dari puluhan ribu santri, alumni, wali santri, hingga ratusan unit UMKM lokal. Bank BSN hadir memboyong ekosistem digital dan akses pembiayaan terpadu.
Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa bank syariah harus berani keluar dari zona nyaman. Fungsi perbankan tidak boleh cuma berhenti pada urusan simpan-pinjam.
Baca Juga:Jelang Muktamar Ke-35 NU Jombang, Cirebon Dorong Putra Daerah Jadi Rois AmLompatan Zakat Digital, Bank BSN dan BAZNAS Integrasikan Bale Syariah
”Bank syariah tidak hanya hadir sebagai tempat menabung atau mendapatkan pembiayaan. Harus hadir membawa keberkahan dan penggerak utama ekonomi umat,” ujar Alex di Jombang.
Kiai Sambut Baik Modernisasi Keuangan Pesantren
Langkah responsif ini disambut hangat oleh pimpinan pesantren. Pengelolaan dana santri dan unit usaha mandiri pesantren memang memerlukan akuntabilitas tinggi seiring pesatnya perkembangan zaman.
Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Dr. KH. M. Hasib Wahab Hasbullah (Gus Hasib), menyambut positif integrasi teknologi finansial ini. Menurutnya, pesantren harus adaptable terhadap kemajuan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai syariah.
”Pondok pesantren hari ini harus makin transparan, akuntabel, dan modern. Sinergi ini menjadi bagian penting dari ikhtiar menjaga amanah wali santri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan UMKM di sekitar Tambakberas,” ungkap Gus Hasib.
Bukan hanya MoU, Ini Digitalisasi Total
Masuknya Bank BSN membawa integrasi teknologi finansial secara menyeluruh. Pengelolaan tata kelola keuangan internal pesantren kini diarahkan menuju sistem serbadigital.
Layanan yang disiapkan melingkupi transaksi harian hingga pengelolaan dana besar. Penggunaan Cash Management System (CMS), Virtual Account, dan QRIS diterapkan untuk mempermudah operasional harian pesantren.
Dari sisi kemanusiaan dan ekonomi riil, perseroan menyiapkan fasilitas payroll untuk para pengajar dan staf. Para pelaku UMKM di sekitar area pesantren juga mendapat akses pembiayaan produktif, berpadu dengan program edukasi literasi syariah secara berkelanjutan.
