CIREBONINSIDER.COM — “Ijazah saja tidak cukup.” Kata-kata Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menampar realitas keras dunia kerja saat ini. Di tengah pesatnya sektor jasa, pariwisata, dan industri kreatif di Kota Udang, sarjana dan lulusan sekolah formal kerap kebingungan mencari kerja. Penyebabnya satu: skills gap—keterampilan di atas kertas tak sejalan dengan kebutuhan lapangan.
Menjawab tantangan itu, Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah konkret. Lewat Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 pada Kamis (27/8/2026), fokus pencetakan tenaga kerja resmi bergeser: dari adu lembar ijazah menjadi pembuktian kompetensi nyata.
Bukan Sekadar Teori, Ini 5 Keahlian yang Paling Dicari
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon tidak asal memilih materi. Pada Batch 4 ini, sebanyak 80 peserta digembleng dalam lima bidang presisi yang pasarnya sedang ‘gemuk’ di Cirebon.
Baca Juga:12 Ribu Pengangguran Bayangi Cirebon: Kala Ijazah Tak Lagi Cukup, Jalur Vokasi Jadi Penyelamat60 Ribu 'Tiket Kerja' di KEK dan PSN Dibuka, Menaker Yassierli Bongkar Jalur Vokasi Kemnaker 2026
– Barista & Kopi: Menjawab ledakan bisnis kafe dan gaya hidup nongkrong anak muda Cirebon.
– Pembuatan Roti & Kue (Pastry): Mengisi rantai pasok industri kuliner dan oleh-oleh daerah.
– Operator Sewing: Memenuhi ceruk kebutuhan manufaktur tekstil dan garmen lokal.
– Penata Rambut Junior (Barber): Menyiapkan wirausaha mandiri di bisnis grooming pria yang kian menjamur.
– Pengelasan (Welding): Memasok tenaga teknis terampil untuk proyek konstruksi dan perbengkelan.
”Kami memberikan keterampilan yang bisa langsung dipakai. Tapi ingat, keterampilan cuma membuka pintu. Karakter, etos kerja, dan kedisiplinan yang bikin Anda bertahan,” tegas Effendi Edo di hadapan para peserta.
Putus Rantai “Habis Pelatihan Lalu Menganggur”
Kelemahan klasik program pemerintah adalah pengawasan yang berhenti saat pembagian sertifikat. Disnaker Kota Cirebon mencoba mendobrak kebiasaan lama itu lewat skema pantau alumni (post-training tracking).
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, membeberkan bukti nyata dari lulusan Batch 2 dan 3 yang melibatkan 112 peserta.
Baca Juga:Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026Dobrak Fenomena ‘Perda Mandul’, DPRD Kabupaten Cirebon Gandeng GP Ansor Perkuat Advokasi Hukum dan Ekonomi
Alumni kelas servis handphone, misalnya, kini tak lagi menyebar lamaran kerja—mereka sudah berhasil membuka kios perbaikan sendiri. Sementara itu, peserta kelas barista langsung diserap masuk ke dalam skema magang di jaringan industri perhotelan dan kafe.
