​12 Ribu Pengangguran Bayangi Cirebon: Kala Ijazah Tak Lagi Cukup, Jalur Vokasi Jadi Penyelamat

Sekda-Kota-Cirebon-Iing-Daiman
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman memberikan sambutan saat Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 dan Pembekalan Soft Skill Batch 2 di Cirebon. Foto: Istimewa/ Doc Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM — Mitos “berijazah pasti aman” resmi tumbang di Kota Cirebon. Realitas di lapangan menunjukkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Udang ini masih bertengger di angka 6,41 persen. Artinya, ada sekitar 12.000 pencari kerja yang kini bertaruh nasib demi mendapatkan penghidupan layak.

​Menjawab tantangan yang kian mendesak, Pemerintah Kota Cirebon menghentikan pola-pola lama. Langkah taktis langsung diambil lewat penguatan keterampilan presisi yang tersambung langsung dengan kebutuhan pasar industri dan dunia usaha.

​Langkah ini ditandai melalui Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 sekaligus Pemberian Soft Skill Batch 2 di Mall UMKM Cirebon, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:60 Ribu 'Tiket Kerja' di KEK dan PSN Dibuka, Menaker Yassierli Bongkar Jalur Vokasi Kemnaker 2026Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026

​Bukan Sekadar Pelatihan Formalitas

​Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan bahwa perubahan lanskap ekonomi memaksa masyarakat bergerak cepat. Menghandalkan ijazah formal tanpa keterampilan spesifik hanya akan membuat pencari kerja tersingkir.

​”Dulu kita berpikir ijazah adalah jaminan aman. Sekarang situasinya berubah total. Dunia kerja butuh kompetensi spesifik yang siap pakai di lapangan,” ujar Iing Daiman saat mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

​Sebab itu, lima bidang pelatihan di Batch 3 sengaja dipilih berdasarkan denyut ekonomi lokal. Keterampilan barista atau peracikan kopi menjadi favorit utama dengan memikat 108 peserta. Disusul program pembuatan roti dan kue sebanyak 98 peserta, pemasaran digital (digital marketing) 77 peserta, operator menjahit 66 peserta, hingga teknisi telepon seluler sebanyak 27 peserta.

​Pemilihan bidang ini berlandaskan alasan kuat: maraknya kedai kopi di sudut kota, kebutuhan perbaikan gawai yang tak pernah surut, hingga tuntutan para pelaku UMKM untuk melek pemasaran digital.

​Menolak Sertifikat Jadi ‘Pajangan’ Lemari

​Antusiasme warga terbukti meledak. Pada Batch 3, sebanyak 708 orang mendaftar hingga menyaring 376 peserta lolos wawancara. Sementara pada Batch 2 sebelumnya, dari 291 pendaftar, sebanyak 259 peserta berhasil disaring untuk masuk tahap pembekalan.

​Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menggarisbawahi bahwa ukuran keberhasilan program ini bukan seberapa banyak lembar sertifikat yang dibagikan.

​”Angka 12 ribu penganggur itu bukan sekadar statistik. Di baliknya ada harapan ribuan keluarga. Sertifikat tidak boleh berhenti jadi dokumen di lemari, tapi harus jadi tiket menuju pekerjaan atau modal membangun usaha,” tegas Ma’ruf.

0 Komentar