Keroyokan Lintas Sektor: Mengawinkan Hard Skill dan Akses Modal
Guna mencegah lahirnya pengangguran baru bersertifikat, Disnaker Kota Cirebon mengandeng berbagai instansi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan dari hilir ke hulu.
Pelatihan teknis (hard skill) kini dipadukan dengan pembekalan soft skill interaktif:
– DKUKMPP Kota Cirebon turun tangan memberikan pendampingan legalitas usaha, tata cara membangun UMKM, dan pembukaan akses ke program pemerintah.
Baca Juga:60 Ribu 'Tiket Kerja' di KEK dan PSN Dibuka, Menaker Yassierli Bongkar Jalur Vokasi Kemnaker 2026Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026
– Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menggembleng mentalitas peserta dengan standar budaya kerja, etika profesional, dan pemahaman proses rekrutmen industri.
– Bank Indonesia menyuntikkan literasi finansial, edukasi pengelolaan keuangan pribadi, hingga strategi adopsi transaksi digital nontunai.
Tak berhenti di situ, jalur penempatan kerja langsung dibuka lebar. Lewat Cirebon Job Fair Online yang baru digelar, Pemkot memboyong 42 perusahaan dengan ketersediaan lebih dari 1.300 lowongan kerja.
Cetak Inovator, Bukan Cuma Pencari Kerja
Integrasi antara karakter, adaptasi teknologi, dan keterampilan teknis diharapkan mampu membuat tenaga kerja lokal tidak gagap bersaing dengan arus tenaga kerja luar daerah.
”Ujung dari program ini ada dua: mencetak wirausaha mandiri atau menyalurkan tenaga kerja siap pakai. Kita ingin membangun talenta dan inovator, bukan sekadar pencari nafkah biasa,” pungkas Ma’ruf.
Lewat kolaborasi terintegrasi ini, Kota Cirebon optimistis dapat mengikis angka pengangguran secara bertahap sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah dari level akar rumput.(*)
