Penyelamat Sawah Kekeringan, Pompanisasi PHTC Amankan Sawah Cirebon dan Bidik Panen 370 Ribu Ton

Pemasangan-Pipa-Irigasi-PHTC-Kementan
Pejabat Distan Kabupaten Cirebon dan seorang petani meninjau langsung pemasangan pipa irigasi PHTC Kementan di pinggir sawah terancam kekeringan di Blok Kayen. Foto: Doc Kementan

​CIREBONINSIDER.COM — Bayang-bayang kegagalan panen total yang sempat menghantui para petani di Kabupaten Cirebon kini sirnah. Ancaman puso akibat menyusutnya debit air irigasi berhasil dipatahkan lewat eksekusi cepat teknologi pengairan darurat di titik krisis persawahan.

​Langkah responsif ini direalisasikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pompanisasi, sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon. Hasilnya nyata: ratusan hektare lahan produktif kembali mendapatkan pasokan air yang memadai.

​Trik Darurat Sodok Saluran Rentang Kanan

​Kondisi paling krusial sebelumnya melanda Blok Kayen, Desa Susukan. Dari total 390 hektare lahan sawah di wilayah tersebut, sekitar 200 hektare berada dalam status siaga satu terancam gagal panen. Sumber air utama yang mengandalkan saluran irigasi dari Majalengka tak lagi mampu menyuplai kebutuhan air.

Baca Juga:​Selain Kemarau Warga Argasunya Cirebon Terjebak Air Tanah Asin dan Pipa 'Kerdil'Kolaborasi Kementan-GP Ansor: Ubah Bantuan Alsintan Jadi Mesin Ekonomi Desa, Dongkrak Swasembada Pangan

​Menanggapi keluhan dan audiensi langsung dari para petani, tim Distan Kabupaten Cirebon bersama Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan meninjau lokasi secara langsung. Sumber air terdekat dengan debit melimpah pun ditemukan di Saluran Rentang Kanan.

​Bantuan alutsista pengairan segera dikirimkan. Kementan menerjunkan satu unit pompa irigasi bertekanan tinggi yang disambung dengan pipa sepanjang 2,4 kilometer langsung ke jantung persawahan Blok Kayen. Operasional yang berjalan selama satu bulan penuh berhasil mengulur napas tanaman padi hingga terbebas dari ancaman puso.

​Keberhasilan serupa mengalir ke Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun. Bermodalkan pasokan satu unit pompa dan bentangan pipa 1,5 kilometer, krisis air di wilayah ini tuntas ditangani. Para petani Geyongan bahkan telah menikmati hasil panen secara optimal menggunakan mesin combine harvester.

​Bidikan Indeks Pertanaman dan Target 370 Ribu Ton

​Penyelamatan lahan kritis ini menjadi angin segar bagi stabilitas pangan daerah. Terlebih, Distan Kabupaten Cirebon mengusung target produksi padi yang cukup berani, yakni mencapai 370.000 ton pada tahun 2026.

​Saat ini, capaian produksi padi Kabupaten Cirebon telah menyentuh angka sekitar 260.000 ton. Kehadiran infrastruktur darurat pompanisasi diyakini mampu menutup sisa selisih target tersebut secara efektif.

​Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menegaskan bahwa skema PHTC pompanisasi tak hanya berfungsi sebagai solusi sesaat saat musim kemarau. Keberadaan aliran air yang stabil memicu optimisme baru untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani.

0 Komentar