Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Cirebon sedang bersiap menghadapi lonjakan investasi pariwisata dan akomodasi.
Saat ini, terdapat pembangunan lima hotel baru yang sedang berjalan di Kota Cirebon. Momen ini ditangkap cepat oleh Disnaker dengan menjajaki dua kolaborasi strategis:
Pertama, menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk menyusun kurikulum pelatihan perhotelan (hospitality) yang sesuai standar industri berbintang.
Baca Juga:12 Ribu Pengangguran Bayangi Cirebon: Kala Ijazah Tak Lagi Cukup, Jalur Vokasi Jadi Penyelamat60 Ribu 'Tiket Kerja' di KEK dan PSN Dibuka, Menaker Yassierli Bongkar Jalur Vokasi Kemnaker 2026
Kedua, bermitra dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung untuk menggembleng metodologi para instruktur lokal. Langkah ini memastikan Cirebon memiliki pelatih-pelatih bersertifikasi nasional secara mandiri.
”Kami buka pintu kolaborasi seluas-luasnya. Targetnya jelas: masyarakat Cirebon punya pilihan konkret, siap diserap dunia kerja atau percaya diri membangun usaha sendiri,” pungkas Ma’ruf.(*)
