CIREBONINSIDER.COM— Momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan menjadi panggung pembuktian bagi RSUD Linggajati. Rumah sakit di wilayah utara ini tengah melancarkan perombakan total. Bukan sekadar seremoni khitanan massal 151 anak pada Kamis (3/9/2026), agenda tersebut menjadi sinyal kuat transformasi manajemen dan fasilitas medis yang selama ini dinantikan warga.
Langkah ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan akses kesehatan yang cepat dan modern di Kuningan Utara. Pemkab Kuningan sengaja mengarahkan fokus ke RSUD Linggajati untuk menunjukkan bahwa rumah sakit daerah kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Teknologi Medis Terkini: Waktu Operasi Dipangkas Drastis
Perubahan paling menonjol terlihat pada modernisasi alat medis di berbagai unit vital, mulai dari IGD, ICU, hingga ruang rawat inap. RSUD Linggajati kini mengadopsi teknologi laser untuk tindakan medis spesifik seperti operasi wasir dan amandel.
Baca Juga:Dorong Ekonomi Waduk Darma, OJK Cirebon Resmikan Desa EKI Jagara KuninganKuningan Darurat 500 Ton Sampah, 6 Kampus Bersatu Sulap Limbah Plastik Jadi BBM Genset!
”Dengan teknik laser, operasi wasir kini cukup 30 menit, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional yang memakan waktu hingga 1,5 jam,” ujar Direktur RSUD Linggajati, dr. Hj. Eva Maya, MM.
Selain memangkas durasi tindakan secara signifikan, teknologi ini meminimalkan rasa nyeri serta risiko pendarahan pascaoperasi. Pembenahan sarana ini ditujukan agar masyarakat tidak perlu lagi merujuk kasus-kasus tertentu ke luar daerah.
Akses Dokter Spesialis Saraf Berbasis BPJS Kesehatan
Selain peremajaan alat, penguatan SDM menjadi fokus utama. Per 1 September 2026, RSUD Linggajati resmi menghadirkan layanan dokter spesialis saraf yang terintegrasi penuh dengan BPJS Kesehatan.
Masyarakat yang membutuhkan penanganan poliklinik saraf dapat berkonsultasi setiap hari Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sementara untuk kasus darurat atau perawatan intensif, layanan rawat inap saraf siap beroperasi penuh selama 24 jam setiap hari, ditopang kapasitas total 104 tempat tidur yang siap menampung pasien.
Kehadiran spesialis saraf ini memangkas jarak tempuh warga Kuningan Utara yang sebelumnya harus memutar jauh ke pusat kota atau daerah tetangga hanya untuk mendapatkan perawatan neurologi dasar.
Standar Pelayanan: Penerapan Budaya CERMAT
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa kecanggihan fasilitas wajib diimbangi dengan perbaikan karakter pelayanan. Pihak manajemen diinstruksikan memberikan pelayanan yang paripurna dan ramah.
