Wajah Baru Kalibaru Cirebon: Bebas Kumuh, Rapi dan Terang Benderang

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo meninjau progres penataan kawasan di Kalibaru, tampak trotoar yang sedang diperbaiki dan material konstruksi. Foto: Istimewa/Doc Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM — Kawasan Kalibaru dan Sungai Sukalila bersiap bersolek total. Pemerintah Kota Cirebon menggenjot pembenahan fisik, pencahayaan kawasan, hingga merancang rekayasa lalu lintas demi mengubah titik ini jadi koridor publik yang tertata rapi dan aman akhir tahun ini.

​Wali Kota Cirebon Effendi Edo turun langsung mengecek progres di lapangan didampingi Sekretaris Daerah Iing Daiman.

​Meski progres pengerjaan di Kalibaru baru menyentuh angka 10 persen, pergerakan di lapangan terus berjalan intensif. Pemkot optimistis seluruh tahapan tuntas sesuai tenggat.

Baca Juga:Bukan Sekadar Pengendali Banjir, Sungai Sukalila Disulap Jadi Ruang Publik Modern Kota CirebonDobrak Stigma Kumuh, Sungai Sukalila Cirebon Disulap Jadi Oasis 'Antibau' Modern Akhir 2026

​”Alhamdulillah, progres Kalibaru sudah mulai tampak. Sudah ada proses penataan dan pembangunan. Mudah-mudahan akhir tahun ini semuanya selesai, baik Kalibaru maupun Sukalila,” ujar Effendi Edo saat berada di lokasi penataan.

​Tantangan Pengerukan Manual

​Penataan Kalibaru menyajikan tantangan teknis tersendiri ketimbang Sungai Sukalila. Kepadatan bangunan pemukiman di bantaran sungai menyulitkan alat berat masuk ke titik pengerjaan.

​Sungai Sukalila memiliki akses khusus yang memfasilitasi masuknya ekskavator. Sebaliknya, pengerukan sedimen dan pembersihan alur air di Kalibaru terpaksa mengandalkan tenaga manusia secara bertahap.

​Meski dikerjakan secara manual, perapihan tebing sungai terus dipantau ketat agar tidak meleset dari jadwal.

​Konsep Penerangan Ganda

​Tak sekadar mengeruk sungai, Pemkot Cirebon fokus memperluas ruang aktivitas publik yang estetis dan aman. Penataan dibagi ke dalam dua sektor utama: penerangan jalan dan kenyamanan pejalan kaki.

​Langkah ini diperkuat lewat kolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk pemasangan fasilitas pencahayaan khusus.

​”Nanti ada dua model lampu. Satu mengarah ke sungai dan satu lagi menerangi area pedestrian. Kawasan ini dibuat lebih terang dan nyaman,” kata Wali Kota.

Baca Juga:Pembongkaran Jembatan Kereta Api di Sukalila: Antara Ambisi Normalisasi Sungai dan "Penghapusan" Jejak SejarahBukan Sekadar Normalisasi, Kota Cirebon Incar Ikon Wisata 'Lebak Sukalila'

​Langkah Kunci Penataan Kawasan

​Penataan kawasan ini mengusung empat fokus utama yang saling terintegrasi:

– ​Metode Pengerjaan: Sungai Sukalila digarap menggunakan pengerukan alat berat, sedangkan Kalibaru mengandalkan pengerukan manual akibat keterbatasan akses.

– ​Skema Pencahayaan: Instalasi penerangan ganda dipasang mengarah ke sungai dan jalur pedestrian, hasil sinergi Pemkot Cirebon dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung.

– ​Manajemen Lalu Lintas: Dinas Perhubungan Kota Cirebon mematangkan kajian rekayasa arus kendaraan untuk mencegah kemacetan di sekitar kawasan.

0 Komentar