CIREBONINSIDER.COM — Warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, harus menelan pil pahit saban musim kemarau tiba. Demi mencukupi kebutuhan mandi dan mencuci, masyarakat terpaksa menampung air kotor dari selokan dan balong ke dalam sumur warga.
Kondisi ironis ini menimpa sedikitnya 4.000 jiwa di desa tersebut. Sementara untuk kebutuhan air minum, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air kemasan galon.
Melihat krisis air bersih yang terus berulang, Bupati Cirebon Imron langsung menggandeng DPR RI dan Kementerian PUPR untuk mengoperasikan penanganan darurat hingga solusi permanen jangka panjang.
Baca Juga:Krisis Air Cirebon: 24 Ribu Liter Pasokan Darurat Disebar, 10 Sumur Bor Siap DibangunCirebon Kunci Status Siaga Darurat 92 Hari, Bayang-Bayang Krisis Air dan Karhutla Mengintai
“Air yang dipakai masyarakat itu air kotor dari selokan. Ditampung ke sumur, baru diambil untuk mandi. Ini kondisi yang sangat serius,” tegas Imron saat meninjau lokasi krisis air bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR.
Terobosan Sumur Bor 185 Meter Berdaya Surya
Pemerintah tak sekadar menerjunkan armada tangki air bersih dan pompa darurat untuk penanganan singkat. Hasil penelusuran geologis di lokasi menemukan potensi sumber air bersih yang melimpah pada kedalaman 185 meter di bawah tanah Slangit.
Kementerian PUPR akan segera mengeksekusi proyek pengeboran sumur dalam tersebut. Untuk menekan beban biaya operasional warga, sistem pemompaan akan mengusung teknologi ramah lingkungan: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid.
Sistem hybrid ini mengandalkan tenaga matahari saat cuaca cerah, lalu beralih ke bahan bakar konvensional secara otomatis ketika cuaca mendung. Skema terobosan ini dirancang agar tagihan listrik operasional pompa tak mencekik ekonomi masyarakat desa.
”Persoalan air butuh inovasi nyata. Jangan sampai biaya operasional pendorong air justru membebani warga desa,” ujar Saan Mustopa.
Langkah Cepat Tahan Puncak El Nino
Eksekusi penanganan krisis air ini dikejar sebelum dampak fenomena El Nino mencapai puncaknya pada bulan depan. Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air bersih selama masa krisis berlangsung.Secara bertahap, skema penanganan krisis air di Slangit terbagi dalam tiga fase utama:
– Jangka Pendek: Penyaluran langsung air bersih menggunakan armada mobil tangki dan penyediaan pompa darurat untuk pemenuhan kebutuhan harian warga.
