CIREBONINSIDER.COM — Musim kemarau tidak lagi sekadar fenomena tahunan bagi Kabupaten Cirebon. Dampaknya nyata dan makin menggigit.
Delapan desa kini terjerat krisis air bersih. Sumur-sumur warga mengering. Aktivitas harian masyarakat mulai terganggu.
Mengantisipasi eskalasi krisis yang lebih luas, Pemkab Cirebon mengambil langkah tegas. Status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Lahan resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2026.
Baca Juga:Strategi KWT Cirebon Pukul Balik Risiko Kekeringan, Ubah Hasil Tani Jadi Olahan Bernilai TinggiBukan Padamkan Api, Damkar Indramayu Pakai Selang Bertekanan Tinggi Selamatkan Sawah dari Kekeringan
Status ini menjadi sinyal bahaya sekaligus payung hukum penanganan cepat di lapangan.
Dua Sisi Penanganan: Darurat vs Permanen
Ancaman kali ini tidak main-main. Pemetaan BPBD menunjukkan potensi krisis air membayangi 563.000 jiwa.Lima kecamatan masuk radar rawan tinggi: Klangenan, Gegesik, Sedong, Mundu, dan Gempol.
”Laporan resmi yang masuk dan langsung ditangani berasal dari Gegesik, Klangenan, dan Sedong,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, Rabu (12/8/2026).
Merespons laporan tersebut, armada tangki BPBD langsung melaju. Sebanyak 24.000 liter air bersih telah disalurkan secara bertahap.
Bantuan darurat ini menyasar empat titik krusial: Desa Sibubut (Kecamatan Gegesik), Desa Slangit (Kecamatan Klangenan), Desa Sampiran (Kecamatan Talun), dan Desa Panongan Lor (Kecamatan Sedong)
Tiap armada membawa sekitar 4.000 liter air. Ini langkah pertolongan pertama agar kebutuhan harian warga tetap terpenuhi.
Memutus Rantai Ketergantungan Mobil Tangki
Drop air tangki hanyalah pemadam kebakaran sementara. Jika kemarau memanjang, solusi instan ini jelas tidak cukup.
Baca Juga:Ancaman Kekeringan 2026: Strategi Kementan Jaga Lumbung Pangan Jawa Barat Tetap BasahLumbung Padi Nasional: Keajaiban Panen Raya di Indramayu yang Sempat Kekeringan, Tuai Pujian dari Wamentan
Pemkab Cirebon sadar betul. Pola penanganan harus diubah dari reaktif menjadi transformatif. Target utamanya: memutus rantai ketergantungan pada mobil tangki.
Langkah konkrit pun digulirkan. Pemkab Cirebon menggandeng Kedeputian Kedaruratan BNPB untuk membangun 10 titik sumur bor baru di zona merah krisis air.
Strategi ini bukan tanpa bukti. Skema sumur bor sebelumnya sukses menyelamatkan warga di wilayah Greged dan Gempol dari ancaman kekeringan berkepanjangan.
”Sumur bor menjadi solusi jangka panjang. Kita ingin masyarakat punya sumber air mandiri, bukan terus bergantung pada distribusi tangki tiap tahun,” tegas Samsul.
Normalisasi Embung dan Imbauan Bijak Air
Tak berhenti di sumur bor, strategi ketahanan air juga menyasar infrastruktur penampungan.
