CIREBONINSIDER.COM – Roda birokrasi Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi berganti giat. Bupati Indramayu Lucky Hakim mengambil langkah cepat dengan melantik Drs. Aan Hendrajana, M.Si. sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Indramayu.
Aan secara resmi menggantikan Dr. Ahmad Syadali, M.Ed. dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat di Pendopo Indramayu, Senin malam.
Langkah strategis ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bupati Indramayu Nomor 100.3.3.2/Kep.426/BKPSDM/2026. Tak sekadar pergantian ‘jenderal ASN’, momen malam itu juga menjadi panggung reposisi besar-besaran bagi 159 pejabat administrasi dan fungsional di lingkungan Pemkab Indramayu.
Baca Juga:Siasat Indramayu Putus Cengkeraman Calo, Lucky Hakim Gembleng Ratusan Calon Pekerja Migran Tembus Pasar JepangLumbung Pangan Nasional Taruh Nasib, Lucky Hakim Bongkar Strategi Penyelamatan Petani Indramayu
Namun, di balik riuk seremoni tersebut, terdapat sinyal perubahan mendasar: pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi terukur tanpa mengorbankan kualitas pelayanan masyarakat.
Menjaga Stabilitas, Memacu Inovasi
Pengisian posisi Sekda menjadi krusial untuk memastikan mesin birokrasi tidak ‘mogok’ di tengah jalan. Sebagai komando tertinggi ASN, Pj Sekda baru memikul mandat besar untuk menjaga ritme kerja lintas dinas agar tetap sinkron dan akuntabel.
”Pelantikan Penjabat Sekda ini adalah langkah darurat yang terukur untuk mengisi kekosongan. Roda pemerintahan harus terus berputar cepat, berkesinambungan, dan tidak boleh ada kekosongan kepemimpinan,” ujar Lucky Hakim.
Lucky juga menaruh ekspektasi tinggi pada Aan Hendrajana. Pj Sekda diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif rutin, tetapi mampu menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem birokrasi yang adaptif, serba digital, dan responsif terhadap keluhan warga.
Bagimana Pemkab Indramayu Eksekusi Reformasi Pelayanan Publik?
Bukan sekadar bongkar-pasang jabatan, Bupati Lucky Hakim membeberkan formulasi dan strategi konkret (Way) dalam mengeksekusi optimalisasi tata kelola Pemkab Indramayu ke depan:
– Penerapan Komunikasi Empatis di Sektor Kesehatan: Khusus bagi pejabat dan pimpinan di RSUD serta Puskesmas, budaya pelayanan kaku wajib ditinggalkan. Ketika aturan atau batas fasilitas membatasi kenyamanan pasien, petugas di lapangan diinstruksikan menjelaskan situasi menggunakan pendekatan humanis dan bahasa yang mudah dipahami, sehingga warga tetap merasa dihormati.
– Formula Efisiensi Berbasis Kinerja (Output-Driven): Pemangkasan rantai birokrasi dan penyesuaian anggaran tidak boleh berujung pada penurunan kualitas layanan. Pemkab menerapkan sistem evaluasi ketat: kebijakan penghematan anggaran justru harus dibarengi peningkatan Kecepatan (Speed), Ketepatan (Accuracy), dan Kemudahan (Accessibility) layanan di masyarakat.
