Rusia dan Kanada Genggam Nasib Pangan Dunia, Posisi Indonesia Bikin Elus Dada

Ilustrasi-pabrik-pupuk-nitrogen
Pabrik pengolahan pupuk nitrogen dan rantai pasok energi global. Foto: Ilustrasi/AI 

CIREBONINSIDER.COM -​ Perdagangan pupuk global ternyata sangat tidak seimbang. Pasokan nutrisi pangan dunia praktis berada di genggaman segelintir raksasa.

​Data terbaru Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat ekspor pupuk dunia menembus angka raksasa, mencapai 113,3 juta ton. Uniknya, lebih dari separuh angka perdagangan tersebut hanya dikuasai oleh empat negara penguasa: Rusia, Kanada, Maroko, dan China.

​Rusia kokoh memimpin di posisi puncak dengan volume ekspor mencapai 23,2 juta ton. Kanada menyusul di urutan kedua dengan 14,4 juta ton, disusul Maroko sebesar 12,2 juta ton, dan China di angka 10,1 juta ton. Sementara itu, Amerika Serikat harus puas mengekor jauh di urutan kelima dengan 6,4 juta ton.

Baca Juga:​Revolusi Lele Bioflok Blora, Solusi KKP Kunci Rantai Pasok Protein Makan Bergizi GratisStok Melimpah Bantuan Mampet, Mengapa Petani Hutan Bali Sulit Akses Pupuk dan Bibit Bersubsidi?

​Penting untuk dipahami, angka eksportir ini dihitung berdasarkan kandungan nutrisi murni tiga unsur utama—nitrogen, fosfor, dan kalium—bukan sekadar berat kasar produk pupuk yang beredar di pasar.

​Sihir Gas Murah dan Harta Karun Mineral

​Dominasi mutlak Rusia bukan terjadi karena kebetulan. Moskow mengawinkan dua kekuatan mematikan sekaligus: sumber daya energi yang melimpah dan kekayaan mineral bumi.

​Produksi pupuk berbasis nitrogen sangat bergantung pada amonia. Masalahnya, pembuatan amonia butuh gas alam dalam jumlah masif. Karena Rusia memegang cadangan gas alam raksasa, mereka memiliki keunggulan biaya produksi yang sangat murah dan sulit ditandingi negara mana pun.

​Namun, kejayaan Rusia tak berhenti di situ. Data US Geological Survey (USGS) membuktikan cengkeraman Moskow di hampir seluruh rantai utama industri pupuk global.

​Rusia bertengger sebagai produsen potash terbesar kedua di dunia dengan menguasai 21 persen pangsa pasar global. Di saat bersamaan, mereka menjadi produsen nitrogen terbesar kedua dengan pangsa 9,6 persen, sekaligus mengamankan posisi produsen batuan fosfat terbesar keempat dunia dengan pangsa sekitar 6 persen.

​Kapasitas raksasa ini membuat Pemerintah Rusia dengan leluasa mengatur kuota ekspor hingga 19,2 juta ton. Langkah strategis ini mencakup 11,2 juta ton pupuk nitrogen dan hampir 8 juta ton pupuk majemuk, demi mengamankan kebutuhan petani dalam negerinya sendiri di tengah besarnya permintaan dunia.

​Spesialisasi Kanada dan Maroko

0 Komentar