Telur Jabar Naik Kelas, Tembus Pasar Global hingga Hemat Anggaran MBG Rp4,23 Triliun

Bappeda-Jawa-Barat
Suasana acara Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur Program EGG OJK dan Pemprov Jabar di Bappeda Provinsi Jawa Barat. Foto: istimewa

CIREBONINSIDER.COM — Komoditas telur ayam di Jawa Barat kini resmi naik kelas. Bahan pangan sederhana yang biasa mengisi meja makan rumah tangga ini bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah berdaya saing global sekaligus penopang efisiensi agenda nasional.

​Melalui sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Program EGG (Endog Jabar Go Global) resmi digulirkan. Mengusung kampanye “Ti Lembur ka Global, Ngawangun Ekonomi Jabar Istimewa”, inisiatif ini menjadi kelanjutan dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Jawa Barat yang sebelumnya sukses menggarap komoditas domba dan sapi perah.

​Program EGG dirancang bukan sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan sebuah skema terpadu dari hulu hingga hilir untuk memutus berbagai masalah klasik peternakan rakyat.

Baca Juga:Sentilan Amran Sulaiman, Perusahaan Besar Dilarang Kuasai Bibit Ayam Petelur!Putus Rantai Impor Bibit Ayam, Pemprov Jabar Bekali Peternak KBB Mesin Tetas 2.000 Butir

​Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai komoditas ini punya efek ganda yang sangat besar bagi kesejahteraan warga desa.

​“Kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit ekonomi. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, tetapi juga menjangkau skala rumah tangga,” ujar Herman Suryatman.

​Modal Terarah lewat Ekosistem Closed Loop

​Salah satu terobosan utama dari program ini adalah penerapan ekosistem kemitraan terpadu atau closed loop. Melalui sistem ini, akses pembiayaan perbankan tak lagi dikucurkan secara lepas, melainkan terintegrasi langsung dari rantai produksi hingga pemasaran.

​Tak tanggung-tanggung, program ini menjangkau 4.565 pelaku usaha ternak ayam petelur—baik perorangan maupun perseroan—yang tersebar di 21 sentra peternakan unggulan di seluruh Jawa Barat. Potensi kucuran pembiayaan perbankan yang disiapkan mencapai Rp456,5 miliar.

​Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kucuran modal tanpa pengawalan hanya akan menjadi beban bagi para peternak.

​“Pembiayaan perlu disertai pendampingan, literasi keuangan, akses pasar, penguatan kelembagaan usaha, pemanfaatan teknologi, dan manajemen risiko agar dapat meningkatkan produktivitas dan memperkuat usaha peternak,” ungkap Dian Ediana Rae.

​Pangkas Rantai Pasok, Hemat Anggaran MBG Rp4,23 Triliun

​Dampak paling nyata dari penguatan ekosistem ini langsung dirasakan pada efisiensi program pangan nasional. Program EGG menghubungkan peternak lokal secara langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat.

0 Komentar