Telur Jabar Naik Kelas, Tembus Pasar Global hingga Hemat Anggaran MBG Rp4,23 Triliun

Bappeda-Jawa-Barat
Suasana acara Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur Program EGG OJK dan Pemprov Jabar di Bappeda Provinsi Jawa Barat. Foto: istimewa

​Integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir ini berhasil memangkas jalur distribusi yang panjang. Alhasil, SPPG memperoleh kepastian pasokan telur segar dengan harga sekitar 10 hingga 15 persen lebih murah dibandingkan harga pasar bebas.

​Efisiensi harga tersebut membawa dampak luar biasa pada pemanfaatan anggaran negara. Kerja sama ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran Program Makan Bergizi Gratis hingga Rp4,23 triliun per tahun khusus di wilayah Jawa Barat. Di sisi lain, peternak mendapatkan jaminan penyerapan hasil panen secara konsisten tanpa takut harga anjlok saat produksi melimpah.

​Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menjelaskan kepastian pasar ini menjadi fondasi keberlanjutan usaha peternak.

Baca Juga:Sentilan Amran Sulaiman, Perusahaan Besar Dilarang Kuasai Bibit Ayam Petelur!Putus Rantai Impor Bibit Ayam, Pemprov Jabar Bekali Peternak KBB Mesin Tetas 2.000 Butir

​“Program EGG kami arahkan untuk memastikan akses keuangan berjalan beriringan dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, produktivitas dan skala usaha peternak dapat terus berkembang,” tutur Darwisman.

​Melompat ke Pasar Ekspor dan Hilirisasi Produk

​Daya saing telur Jawa Barat juga terbukti mampu menembus pasar internasional. Pada semester I-2026, nilai ekspor telur tetas (fertilized eggs for incubation) Jawa Barat mencatatkan lonjakan fantastis hingga 513 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai US$550,23 ribu. Produk unggulan ini telah melenggang ke pasar Myanmar, Brunei Darussalam, hingga Malaysia.

​Tak berhenti di situ, ekosistem EGG juga memperluas jangkauan ke negara tetangga melalui pelepasan ekspor Day-Old Chick (DOC) ke Timor-Leste yang dipelopori oleh PT Intama Taat Anugerah.

​Untuk menjawab tantangan masa simpan telur yang singkat, strategi hilirisasi dan diversifikasi produk terus digenjot. Telur ayam kini mulai diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi, seperti:

– ​Tepung telur dan konsumsi praktis siap saji (Breggfast).

– ​Pupuk organik bernutrisi tinggi yang memanfaatkan limbah cangkang telur.

– ​Bahan nutrisi khusus untuk industri makanan hewan peliharaan (pet food).

​Diversifikasi ini tak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi peternak dari risiko kerugian akibat telur busuk.

​Komitmen Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Peternak

​Melalui skema terpadu ini, peternak tak hanya didorong untuk memproduksi, tetapi juga diproyeksikan mengalami peningkatan kesejahteraan secara terukur. Dengan skala usaha rata-rata 2.000 ekor ayam, potensi pendapatan peternak diperkirakan bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

0 Komentar