Jurus Ganda Cirebon Amankan Harga Pangan dan Digitalisasi Pasar

Wali-Kota-Cirebon-Effendi-Edo
Wali Kota Cirebon Effendi Edo (tengah, mengenakan batik dan name tag) dan Sekda Iing Daiman (kanan, berkacamata) berjalan bersama dalam acara FEKDI di JICC Jakarta. Foto Doc Pemkot Cirebon 

​CIREBONINSIDER.COM – Menjaga isi dompet warga di tengah ketidakpastian harga pangan butuh langkah yang tidak biasa. Pemerintah Kota Cirebon kini memadukan dua strategi sekaligus: mengunci pasokan komoditas pokok dan mempercepat digitalisasi transaksi keuangan.

​Komitmen tersebut ditegaskan jajaran Pemkot Cirebon saat menghadiri agenda nasional di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat.

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir langsung didampingi Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Harian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Cirebon, Iing Daiman. Keduanya mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2026 yang digelar berbarengan dengan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) serta Indonesia Fintech Summit & Expo.

Baca Juga:Langkah Taktis Pemkot Cirebon Stabilkan Harga Pasar lewat Digitalisasi TP2DDBongkar Skema Baru Subsidi Pupuk 2026, Pemerintah Kunci Harga Pasar, Tutup Celah Permainan Logistik

​Forum bentukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan perluasan ekonomi digital demi menjaga stabilitas harga nasional.

​Ketahanan Pangan di Kota Jasa

​Sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon memiliki ketergantungan pasokan pangan yang cukup tinggi dari daerah sekitar. Kondisi ini membuat stabilitas harga di tingkat eceran menjadi sangat sensitif.

​Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan bahwa penanganan inflasi bukan sekadar mengejar angka laporan di atas kertas. Hasilnya harus benar-benar terasa langsung di dapur masyarakat.

​”Pengendalian inflasi bukan cuma soal menjaga angka tetap stabil. Hal paling krusial adalah memastikan warga bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau dan stoknya selalu ada,” ujar Effendi Edo.

​Untuk mencapai hal itu, Pemkot Cirebon menjalankan tiga langkah konkret di lapangan:

Pertama, ​Pantau Harga Real-Time: Petugas memantau pergerakan harga dan ketersediaan stok komoditas utama secara berkala setiap hari.

Kedua, ​Pemangkasan Rantai Pasok: Jalur distribusi pangan diperkuat agar pasokan dari daerah penghasil bisa masuk langsung tanpa perantara yang berbelit.

Baca Juga:Dobrak Spekulasi Pasar, KOSPI Cirebon Jadi Jangkar Penentu Harga Bapok di Hari RayaHarga Pangan Fluktuatif, DKUKMPP Kota Cirebon Sidak Pasar Kramat Antisipasi Spekulasi

Ketiga, ​Intervensi Pasar Agresif: Pemkot siap menggelar operasi pasar murah begitu terdeteksi adanya lonjakan harga pada komoditas tertentu.

​Digitalisasi Sebagai Benteng Ekonomi

​Langkah mengamankan pasokan pangan kini makin kokoh karena disokong oleh ekosistem keuangan digital. Di era modern, digitalisasi transaksi menjadi mesin penggerak efisiensi ekonomi daerah.

0 Komentar