Harga Pangan Fluktuatif, DKUKMPP Kota Cirebon Sidak Pasar Kramat Antisipasi Spekulasi

DKUKMPP-Kota-Cirebon-Monitoring-Harga-Sembako
Petugas DKUKMPP Kota Cirebon saat melakukan monitoring harga bahan pokok dan berdialog dengan pedagang di Pasar Kramat. Foto Humas Pemkot Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon memperketat pengawasan rantai pasok pangan.

Melalui Bidang Perdagangan, pemerintah daerah melakukan monitoring mendadak terhadap harga dan ketersediaan komoditas pokok di Pasar Kramat pada Senin (18/5/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari strategi intervensi dini guna menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan laju inflasi daerah.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026

​Pemantauan intensif di awal pekan ini menyasar sejumlah komoditas sensitif yang kerap menjadi pemicu fluktuasi inflasi (volatile foods).

Petugas menyisir langsung pergerakan harga mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging ayam ras, hingga kelompok bumbu dapur seperti cabai dan duo bawang (bawang merah dan bawang putih).

​Bukan Sekadar Data, Petugas Bedah Jalur Distribusi

​Ada yang berbeda dari pola pemantauan kali ini. Petugas di lapangan tidak hanya mencatat angka di atas kertas, tetapi juga melakukan dialog dan koordinasi mendalam dengan para pedagang pasar.

Langkah ini bertujuan untuk memetakan kondisi riil pasokan langsung dari hulu serta mendeteksi potensi sumbatan pada jalur distribusi barang.

​Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kota Cirebon menegaskan bahwa akurasi data dari Pasar Kramat ini sangat krusial. Pasar tersebut menjadi salah satu barometer pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah perkotaan Cirebon.

​”Akurasi data dari pasar pantauan adalah kunci. Kami harus memastikan tidak ada spekulasi harga di tingkat pedagang dan pasokan dari distributor tetap mengalir lancar ke Kota Cirebon,” ujarnya.

​Fokus Evaluasi Komoditas: Dari Karbohidrat hingga Bumbu Dapur

​Dalam pergerakan di lapangan, tim DKUKMPP membagi fokus pengawasan menjadi empat kluster komoditas krusial yang paling berdampak pada isi dompet masyarakat.

Baca Juga:Indramayu Siaga Satu Pangan: Strategi Tekan Inflasi Jelang Ramadan 1447 H, Stok Beras Dipastikan Melimpah!Wawali Cirebon Sebut Ancaman Inflasi Bukan Cuma Pangan, Minta Harga Kebutuhan Dasar Lain Ikut Dikendalikan

​Pada kluster karbohidrat dan pemanis, komoditas seperti beras medium, beras premium, dan gula pasir dipelototi secara ketat demi menjamin stabilitas pasokan cadangan pangan kota.

Beralih ke sektor protein hewani, pergerakan harga daging ayam ras dan telur ayam menjadi perhatian khusus guna mengantisipasi dampak tren kenaikan harga pakan ternak nasional.

​Sementara itu, kelompok bumbu dapur dan hortikultura—terutama cabai merah, cabai rawit, serta duo bawang—mendapat pengawasan ekstra karena sifatnya yang sangat rawan terhadap fluktuasi cuaca ekstrem.

0 Komentar