CIREBONINSIDER.COM — Di tengah hantaman digitalisasi yang kerap mengikis sekat-sekat sosial, Kabupaten Kuningan justru memperlihatkan potret sebaliknya.
Sebuah gerakan solidaritas berbasis pangan dan kesehatan komunal digelar di Kelurahan Cigugur, membuktikan bahwa urusan pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya bersandar pada anggaran negara, melainkan pada kuatnya urat nadi gotong royong.
​Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Baznas RI, Baznas Kabupaten Kuningan, dan RS Juanda berkolaborasi meluncurkan program “Baznas Berbagi Bersama Mustahik” pada Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:Sinergi Zakat, Gedung Baru BAZNAS Cirebon Jadi ‘Jantung’ Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi KrisisTARGET Rp10 Miliar! Baznas Kuningan Wajibkan Zakat ASN via Payroll 2026, Siap Bangun 150 Rumah Gratis
Momentum ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa tata kelola filantropi Islam mampu menjadi bantalan sosial yang taktis bagi masyarakat rentan di tingkat akar rumput.
Jaga Empati di Era Digital
​Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang hadir langsung di lokasi, memberikan catatan krusial. Menurutnya, tantangan terbesar masyarakat modern saat ini bukan sekadar urusan ekonomi makro, melainkan potensi lunturnya rasa empati akibat derasnya arus informasi dan algoritma media sosial yang cenderung individualistis.
​”Yang saya harapkan, di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi informasi dan media sosial, masih ada rasa empati, masih ada keinginan berbagi, masih ada sifat gotong royong di Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di hadapan ratusan warga Cigugur.
​Bupati Dian menegaskan, Baznas memiliki posisi strategis sebagai mitra lini depan pemerintah daerah dalam memetakan serta mengeksekusi program penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Namun, ia mengingatkan bahwa efektivitas instrumen zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sangat bergantung pada dua pilar utama: tingkat kesadaran muzakki (pemberi zakat) serta transparansi pengelolaan oleh amil agar kepercayaan publik tetap terjaga.
​Intervensi Multipihak: Dari Sembako hingga Mitigasi Bencana
​Bukan sekadar pidato di atas podium seremonial, aksi nyata di lapangan langsung dirasakan oleh ribuan penerima manfaat (mustahik).
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, merinci bahwa gerakan ini didesain secara holistik untuk menyasar kebutuhan paling mendasar masyarakat: pangan dan kesehatan.
​Rangkaian program yang diintegrasikan dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan ini meliputi:
Baca Juga:Bupati Kuningan Ngamen ke Pusat, Dapat Bantuan untuk Masyarakat dari Baznas PusatWali Kota Cirebon Terima Penghargaan Baznas Awards 2025
– ​Sajian Berkah Baznas: Acara makan bersama yang melibatkan 1.000 mustahik untuk menghapus sekat sosial dan membangun kesetaraan.
