– ​Insentif Spiritual & Pangan: Penyaluran paket sembako beserta tausiyah khusus bagi 100 mualaf di kawasan Cigugur.
– ​Akses Kesehatan Gratis: Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan cuma-cuma yang diinisiasi oleh tim medis profesional dari Rumah Sakit Juanda.
– ​Mitigasi Kebencanaan: Simulasi, kesiapansiagaan, dan uji fungsi Kendaraan Dapur Umum Baznas Tanggap Bencana (BTB).
Baca Juga:Sinergi Zakat, Gedung Baru BAZNAS Cirebon Jadi ‘Jantung’ Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi KrisisTARGET Rp10 Miliar! Baznas Kuningan Wajibkan Zakat ASN via Payroll 2026, Siap Bangun 150 Rumah Gratis
​Kawasan Cigugur sendiri dipilih secara taktis. Sebagai wilayah yang dikenal luas di tingkat nasional dengan tingkat pluralisme dan keberagaman yang tinggi, kehadiran program ini mempertegas pesan bahwa misi kemanusiaan Baznas bersifat inklusif, menembus batas-batas perbedaan, dan efektif dalam merajut harmoni lintas komunitas.
​Gerakan Berkelanjutan demi Keadilan Sosial
​Pengentasan kemiskinan berbasis zakat terbukti menjadi salah satu instrumen paling tangguh di Jawa Barat.
Dengan potensi zakat Kabupaten Kuningan yang terus bertumbuh, modernisasi dan digitalisasi zakat yang transparan diharapkan mampu mendongkrak trust masyarakat secara masif untuk menyalurkan dana umat lewat lembaga resmi.
​Usai memberikan sambutan, Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat melakukan inspeksi langsung ke armada Dapur Umum BTB. Bupati bahkan ikut membaur, memasak, dan mencicipi hidangan dapur umum bersama warga sekitar.
​Langkah taktis ini memicu pesan kuat kepada publik: pemerintah daerah dan lembaga filantropi tidak sedang menjaga jarak dengan garis kemiskinan, melainkan melebur bersama untuk menyelesaikannya dari akar masalah.
​Melalui kolaborasi lintas sektor yang kompetitif seperti ini, Kabupaten Kuningan optimistis mampu membangun ekosistem kesejahteraan yang lebih tangguh, berkeadilan, dan tetap berakar pada nilai luhur gotong royong warga Pasundan.(*)
