Sinergi Zakat, Gedung Baru BAZNAS Cirebon Jadi ‘Jantung’ Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Krisis

Wakil-Bupati-Cirebon-Agus-Kurniawan-Budiman
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman meresmikan gedung baru BAZNAS Kabupaten Cirebon didampingi Pimpinan BAZNAS RI dalam rangka HUT ke-25. Foto: Humas Pemkab Cirebon

CIREBONINSIDER.COM — Di tengah tantangan fiskal daerah yang kian dinamis, Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan langkah strategis dengan memperkuat ekosistem filantropi Islam.

Peresmian gedung baru BAZNAS Kabupaten Cirebon di Kecamatan Sumber, Kamis (30/4/2026), menjadi momentum transformasi pengelolaan dana umat dari pola tradisional menuju layanan yang lebih modern dan responsif.

Langkah ini diambil bertepatan dengan peringatan HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Baca Juga:TARGET Rp10 Miliar! Baznas Kuningan Wajibkan Zakat ASN via Payroll 2026, Siap Bangun 150 Rumah GratisBupati Kuningan Ngamen ke Pusat, Dapat Bantuan untuk Masyarakat dari Baznas Pusat

Bukan sekadar seremonial, kehadiran fasilitas baru ini diproyeksikan menjadi pusat komando dalam menangani berbagai persoalan sosial yang belum sepenuhnya ter-cover oleh dana pemerintah.

Zakat Sebagai Solusi Cepat di Tengah Krisis

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman—yang akrab disapa Jigus—mengungkapkan bahwa BAZNAS telah berevolusi menjadi instrumen strategis pembangunan.

Dalam sudut pandang kritis, Jigus menyoroti fleksibilitas dana zakat yang seringkali lebih cepat hadir di titik bencana dibandingkan birokrasi anggaran negara yang kaku.

“BAZNAS bukan sekadar penghimpun dana, tapi garda terdepan solusi sosial. Kita lihat saat musibah di Gunung Kuda (Dukupuntang) hingga puting beliung di pesisir, BAZNAS hadir memberikan santunan secara instan saat masyarakat sangat membutuhkan,” ujar Jigus di hadapan tokoh ulama dan pimpinan daerah.

Menurutnya, gedung baru ini adalah simbol profesionalisme. Pemkab Cirebon berharap transparansi dan jangkauan manfaat zakat akan semakin meluas, menyentuh sektor-sektor krusial seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Modernisasi Layanan dan Target Kemandirian

Sejalan dengan standar nasional, Pimpinan BAZNAS RI, Neyla Saida Anwar, menegaskan bahwa zakat di era sekarang harus menjadi mesin pengentas kemiskinan yang terukur.

Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Cirebon yang mewajibkan atau mengimbau ASN untuk menyalurkan zakat secara terpusat.

Baca Juga:Wali Kota Cirebon Terima Penghargaan Baznas Awards 2025Resmi: Pendaftaran Calon Anggota Baznas Dibuka, Ini Tahapan Seleksi dari Kemenag

“Zakat adalah instrumen keadilan sosial. Kehadiran gedung baru ini harus diikuti dengan digitalisasi layanan agar potensi zakat di daerah ini bisa dioptimalkan untuk menyetarakan kesejahteraan umat,” kata Neyla.

Tantangan di Balik Kemegahan Fasilitas

Secara riil, tantangan BAZNAS ke depan adalah menjaga kepercayaan publik (public trust). Dengan fasilitas kantor yang kini lebih representatif, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap kecepatan respons bantuan.

0 Komentar