Filter Ketat di 43 Dapur Gizi Cirebon, Jamin Program MBG Bebas dari "Bom Waktu" Kimia

keamanan-pangan-makan-bergizi-gratis-sppg-cirebon
Petugas DKPPP Kota Cirebon melakukan uji sampel bahan pangan segar (sayur dan protein) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis. Foto: Humas DKPPP Kota Cirebon

CIREBONINSIDER.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi tumpuan harapan nasional kini memasuki fase pembuktian di Kota Cirebon. Bukan lagi soal distribusi, titik fokus kini bergeser pada satu variabel krusial: keamanan bahan baku yang tersaji di piring anak sekolah.

​Menyadari besarnya risiko kesehatan jangka panjang, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan di 43 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi.

​Benteng Keamanan Pangan Segar

​Pengawasan ini tidak dilakukan secara acak. DKPPP menyasar tiga pilar utama pangan segar yang menjadi tulang punggung menu harian: PSAT (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PSAH (Pangan Segar Asal Hewan), dan PSAI (Pangan Segar Asal Ikan).

Baca Juga:Audit Total Makan Bergizi Gratis: BGN 'Rem Darurat' Operasional SPPG Bermasalah!Dapur Gizi Polri Masuk Pesantren, Kapolda Jabar Bangun 2 Satuan SPPG di Buntet Cirebon

​Langkah ini selaras dengan mandat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2024, di mana setiap unit pelayanan gizi wajib memastikan bahan baku terbebas dari cemaran berbahaya sebelum menyentuh kompor dapur.

​”Target kami adalah memastikan setiap mata rantai pangan, mulai dari pengecekan bahan baku hingga pemeriksaan sampel akhir, benar-benar valid dan aman,” tulis otoritas DKPPP dalam kerangka operasionalnya.

​Antisipasi Residu di Tengah Tantangan Pasokan

​Secara kritis, pengawasan rutin ini menjadi jawaban atas kekhawatiran publik mengenai kualitas bahan baku di tengah fluktuasi harga pasar. Dengan 43 SPPG yang tersebar, potensi disparitas kualitas antar wilayah menjadi ancaman nyata yang harus diredam.

​Intervensi DKPPP mencakup tiga titik krusial:

– ​Sterilisasi Bahan Baku: Memastikan sayur-mayur bebas residu pestisida dan protein hewani bebas formalin.

– ​Higiene Pengolahan: Menjamin proses di dapur SPPG memenuhi standar sanitas nasional.

– ​Manajemen Limbah: Memastikan sisa makanan dikelola secara aman agar tidak menjadi beban ekologis baru bagi lingkungan sekitar.

​Cirebon sebagai Barometer Nasional

​Upaya Kota Cirebon dalam menstandardisasi keamanan pangan di 43 SPPG ini mengirimkan sinyal kuat ke tingkat nasional. Di saat banyak daerah masih berfokus pada teknis distribusi, Cirebon telah melangkah ke aspek substansial: kualitas dan kedaulatan pangan.

Baca Juga:BGN Minta Kepala SPPG Turun Langsung Awasi Dapur MBG sejak Dini HariNasib Guru Honorer 'Lama' Terjepit Cepatnya Rekrutmen PPPK Program MBG

​Ke depan, tantangan riil bagi DKPPP adalah konsistensi. Menjaga 43 dapur tetap pada standar yang sama setiap harinya memerlukan napas panjang dan pengawasan tanpa kompromi.

0 Komentar