CIREBONINSIDER.COM — Sebagai pemegang predikat lumbung pangan nasional, Kabupaten Indramayu tidak ingin terlena dengan pencapaian masa lalu.
Menyadari kompleksitas ancaman perubahan iklim dan degradasi infrastruktur, Bupati Indramayu Lucky Hakim melakukan langkah jemput bola dengan menemui Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, Kamis (30/04/26).
Langkah diplomasi ini merupakan upaya strategis untuk mengunci dukungan pusat terhadap keberlanjutan produksi padi di wilayah Ciayumajakuning.
Baca Juga:Perkuat Status Lumbung Padi Nasional, Pemkab Indramayu dan BI Cirebon Akselerasi Teknologi PertanianStrategi Mentan Amran Sulaiman Ubah Wajah Pertanian Indonesia: Dari Proyek ke Skala Bisnis Global
Validasi Data: Melampaui Target 1,7 Juta Ton
Dalam pertemuan tersebut, Lucky Hakim memaparkan potret gemilang sektor pertanian Indramayu sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data evaluasi terbaru, Indramayu sukses mencatatkan produksi hingga 1,7 juta ton GKP (Gabah Kering Panen).
Capaian ini setara dengan produksi beras sebesar 900.931 ton, yang mengukuhkan posisi Indramayu di peringkat ke-7 nasional dalam hal peningkatan produksi.
Dengan luas baku sawah mencapai 124.517 hektare, efektivitas pertanaman di Indramayu kini berada pada Indeks Pertanaman (IP) 1,8—sebuah angka yang masih berpotensi besar untuk terus ditingkatkan.
Misi Infrastruktur: Normalisasi Waduk dan Bendung Karet
Dibalik angka produksi yang fantastis, Lucky Hakim memberikan catatan kritis terkait kondisi lapangan. Ia menekankan bahwa performa pertanian bisa merosot jika kendala sedimentasi dan kerusakan jaringan irigasi tidak segera tertangani.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin, namun untuk mempertahankan prestasi ini, Indramayu butuh intervensi infrastruktur yang lebih masif,” ungkap Lucky.
Beberapa poin krusial yang diajukan kepada Kementan RI meliputi:
– Akselerasi Bendungan: Percepatan operasional penuh Bendungan Cipanas dan Sadawarna, serta kelanjutan Modernisasi Rentang Kanan.
– Rehabilitasi Vital: Normalisasi Waduk Cipancuh dan perbaikan teknis pada sejumlah Bendung Karet seperti Waledan (Cantigi), Cipanas (Kandanghaur), dan Pangkalan (Lohbener).
Baca Juga:Atasi Kemiskinan di Indramayu, BP Taskin: Perlu Pengembangan Pertanian Berbasis Industri ModernTransformasi Pertanian di Indramayu: Sinergi Energi dan Pangan
– Proteksi Lahan Pesisir: Pembangunan Collector Drain sepanjang 7,5 km di Kandanghaur untuk memitigasi risiko banjir rob yang sering merusak lahan pertanian warga.
Menuju Era Pertanian Modern 4.0
Tidak hanya fokus pada fisik bendungan, Bupati Lucky Hakim juga mendorong transisi menuju mekanisasi pertanian modern.
Dalam dokumen permohonannya, ia membidik bantuan 200 titik Irigasi Perpompaan (Irpom) dan ratusan unit alat mesin pertanian (alsintan) mutakhir, termasuk drone penyemprot dan Combine Harvester besar.
