CIREBONINSIDER.COM – Menjelang Idul Adha 2026, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mengambil langkah preventif ekstra ketat guna menjamin keamanan pangan masyarakat.
Mengingat posisi geografis Cirebon sebagai “pintu gerbang” utama mobilitas ternak antarprovinsi di Pulau Jawa, pengawasan kesehatan hewan kini menjadi prioritas mutlak demi menangkal ancaman penyakit zoonosis.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, menegaskan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan ini bertujuan memastikan daging kurban memenuhi standar ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Baca Juga:Sambut Idul Adha Pengepul di Bekasi Full Senyum, Kulit Hewan Kurban BerlimpahCiri dan Syarat Hewan Kurban Layak Konsumsi, Simak Penjelasan Distan Kabupaten Cirebon
Double Filter: Strategi Antemortem dan Postmortem
Strategi pengawasan tahun ini dilakukan melalui skema double filter (penyaringan ganda). Petugas lapangan menyisir titik-peternakan hingga lapak penjualan musiman untuk memastikan tidak ada hewan sakit yang terdistribusi ke konsumen.
“Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahap. Antemortem untuk memastikan fisik hewan prima sebelum disembelih, dan Postmortem guna menjamin organ dalam serta daging benar-benar layak konsumsi tanpa indikasi parasit atau penyakit,” ujar Denny, Jumat (1/5/2026).
Operasi ini menggerakkan seluruh kekuatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), dengan fokus utama di wilayah Kaliwedi, Tengah Tani, hingga Ciledug.
SKKHK: ‘Paspor’ Kesehatan untuk Keamanan Konsumen
Sebagai daerah yang menjadi titik temu lalu lintas ternak dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, Kabupaten Cirebon menerapkan aturan ketat bagi pedagang. Setiap hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK).
Bagi masyarakat, Denny memberikan panduan cerdas dalam memilih hewan kurban yang sehat:
– Nafsu Makan: Terlihat rakus dan responsif.- Aktivitas: Lincah, gerak aktif, dan tidak lesu.- Indra: Mata jernih (tidak merah/berair) serta kondisi hidung yang basah alami.- Fisik: Kondisi tubuh bersih, bulu tidak kusam, dan proporsional (tidak kurus).
Target 16 Ribu Ekor dan Intervensi Medis
Hingga awal Mei, Distan mencatat baru sekitar 500 ekor yang telah diperiksa. Namun, Denny optimis angka ini akan terakselerasi tajam.
Baca Juga:Wajib Tahu: Inilah Syarat Sah dan Jenis Hewan Kurban Sesuai Syariat IslamTips Beli Hewan Kurban, Ini 7 Hal Penting yang Harus Diperhatikan sebelum Beli Sapi atau Kambing
Berdasarkan tren data tahun-tahun sebelumnya, jumlah hewan yang diperiksa diprediksi akan menyentuh 16.000 ekor seiring meningkatnya aktivitas perdagangan.
